nusabali

Positif Covid-19 di Bangli Kembali Melonjak

Puluhan Wartawan Dirapid Test, Hasilnya Non Reaktif

  • www.nusabali.com-positif-covid-19-di-bangli-kembali-melonjak

Dari tambahan 10 kasus Covid-19 di Gianyar, salah satunya anggota TNI yang tinggal di Jalan Batuyang, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

BANGLI, NusaBali

Penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangli per, Sabtu (4/7) kembali melonjak setelah sebelumnya sempat melandai. Tak tanggung-tanggung dalam sehari kemarin ada tambahan 17 kasus positif Covid-19. Penambahan kasus terbanyak ada di Banjar Susut Kelod, Desa/Kecamatan Susut, Bangli, yakni 12 kasus. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli pun mengkaji kemungkinan melakukan karantina wilayah seperti yang pernah dilakukan di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli pada pertengahan bulan Mei 2020 lalu.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, menyampaikan untuk kasus di Banjar Susut Kelod bertambah 12 kasus positif Covid-19. Kasus ini merupakan transmisi lokal dan sebelumnya ada warga yang positif terpapar virus Corona. "Akibat ada kontak erat dengan warga yang terpapar virus Corona," ungkap Dirgayusa, Sabtu (4/7).

Dari 12 orang yang dinyatakan positif Covid-19, meliputi 11 orang berjenis kelamin perempuan dan 1 orang laki-laki. Kemudian usia mulai dari 4 tahun hingga 65 tahun. Sementara itu, warga yang terkonfirmasi positif virus corona tersebut tergolong orang tanpa gejala (OTG). "Warga ini sudah menjalani karantina di hotel karena termasuk OTG," kata Dirgayusa.

Selanjutnya, kasus di Dusun Bangun Lemah, Desa Apuan, Kecamatan Susut. Tercatat ada tambahan 4 kasus transmisi lokal. Sama halnya dengan kasus di Banjar Susut Kelod, kasus di Dusun Bangun Lemah akibat warga sempat kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Kasus sebelumnya, tercatat sebagai kasus nomor 144 di Bangli," ujarnya.

Kemudian 4 orang warga Bangun Lemah ini juga termasuk OTG. Yang bersangkutan sudah dikarantina di hotel. Sementara usia warga ini mulai dari 27 tahun hingga usia 66 tahun. Kasus selanjutnya di Banjar Malet Tengah, Desa Tiga, Kecamatan Susut. Ada 1 orang warga terkonfirmasi positif Covid-19. "Sama seperti kasus lainnya, kasus di Malet Tengah juga pengembangan kasus sebelumnya," terang Wayan Dirgayusa.

Disinggung terkait langkah/penanganan, kata Wayan Dirgayusa akan dilakukan tracing (penelusuran) pada, Senin (6/7). Lebih lanjut soal kemungkinan karantina wilayah, mantan Camat Kintamani ini menyampaikan untuk karantina wilayah menunggu hasil tracing. Namun jika terjadi kasus dalam jumlah besar, tidak menutup kemungkinan dilakukan karantina wilayah. "Kalau kasus besar maka akan dilaksanakan karantina wilayah seperti di Banjar Serokadan, beberapa waktu lalu," jelasnya.

Tak hanya di Bangli, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gianyar juga terus bertambah. Pada, Sabtu kemarin terdapat tambahan 10 kasus dan 1 sembuh. Dari 10 kasus, salah satu diantaranya merupakan anggota TNI inisial INW, 39, yang tinggal di Jalan Batuyang, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Sabtu malam menjelaskan, anggota TNI ini bertugas sebagai sopir di Kodam IX/Udayana.

Terungkapnya INW positif Covid, bermula dari pelaksanaan uji swab massal di RSAD Udayana Denpasar. "Tanggal 30 Juni 2020, yang bersangkutan diambil swabnya dan diperiksa di RSUP Sanglah. Tanggal 3 Juli 2020, hasilnya dinyatakan positif SARS-COV2 dan, Jumat malam dilakukan penjemputan oleh PSC 119 Gianyar dibawa ke BPK Pering untuk menjalani karantina karena tidak ada gejala," jelas Wisnu Wijaya.

Sementara di Klungkung kasus transmisi lokal Covid-19 kembali bertambah 11 orang dalam sehari, Sabtu kemarin. Tambahan ini merupakan hasil penelusuran kontak erat pasien positif Covid-19, di lingkungan keluarga.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, mengatakan Sabtu ini memang ada penambahan 11 orang positif Covid-19, sebagian besar penularan lingkup keluarga. "Sehingga adanya penambahan kasus positif ini total sampai saat ini secara akumulatif terdapat 179 orang positif di Klungkung," ujarnya. Hanya saja Bupati Suwirta  belum bisa memberikan keterangan secara detail, termasuk rincian sebaran penambahan tersebut.

Lonjakan kasus juga masih terjadi di Kota Denpasar. Kemarin kasus positif Covid-19  kembali bertambah sebanyak 29 kasus dari transmisi lokal dalam sehari. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dihubungi mengatakan kasus tersebut sebagian besar merupakan kasus baru hasil dari screening pihak rumah sakit, karena mengalami keluhan gejala yang mengarah ke Covid-19. Selain sembuh Pasien Covid-19 juga bertambah sebanyak 13 orang dan sudah diperbolehkan pulang.

Per Sabtu kemarin Provinsi Bali kembali mencatat tambahan meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 2 orang. Kedua kasus ini masing-masing berasal dari Kabupaten Badung dan Tabanan. Sehingga total kumulatif kasus meninggal akibat Covid-19 di Bali menjadi 18 orang. Sementara kasus baru bertambah sebanyak 91 orang, dan kasus sembuh bertambah sebanyak 24 orang.

Berdasarkan tabel dan grafik yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, penambahan sebanyak 91 orang kasus baru (90 WNI dan 1 WNA) terdiri dari 2 orang Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan 89 orang kasus transmisi lokal. Sehingga total kumulatif kasus Covid-19 di Bali hingga saat ini menjadi 1.797 orang (1.777 WNI dan 20 WNA). Sebaran kasus baru antara lain Denpasar 29 kasus, Bangli 17 kasus, Karangasem 12 kasus, Klungkung 11 kasus, Gianyar 10 kasus, Tabanan 5 kasus, Badung 3 kasus, Buleleng 3 kasus, dan WNA 1 kasus.

Jika dirinci berdasarkan persentase, maka sebanyak 1.433 orang (1.423 WNI dan 10 WNA) merupakan kasus transmisi lokal atau sebanyak 79,74 persen, kasus PPLN WNI sebanyak 291 orang (16,19 persen), PPLN WNA 8 orang (0,45 persen) dan PPDN sebanyak 65 orang (63 WNI dan 2 WNA) atau 3,62 persen. Sementara itu, kasus sembuh bertambah 24 orang sehingga jumlah pasien yang telah sembuh sebanyak 937 orang (922 WNI dan 15 WNA) atau sebanyak 52,14 persen. Sedangkan jumlah pasien yang masih dalam perawatan sejumlah 842 orang (839 WNI dan 3 WNA) atau sebanyak 46,86 persen. Sedangkan kasus meninggal bertambah 2 orang, sehingga kasus meninggal tercatat menjadi 18 orang atau 1,00 persen.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung, dr I Nyoman Gunarta, Sabtu  kemarin membenarkan 1 pasien Covid-19 yang meninggal dalam perawatan di rumah sakit diketahui tinggal di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara. Meski secara administrasi ber-KTP di luar Badung atau tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Denpasar. "Sebetulnya yang bersangkutan ber-KTP Denpasar, tapi setelah dilakukan tracing yang bersangkutan tinggal di Dalung sudah cukup lama. Maka kasusnya kemudian masuk ke Badung," kata dr Gunarta.

Sedangkan Ketua Harian GTPP Covid-19 Tabanan, I Gede Susila diwakili Juru bicaranya, I Putu Dian Setiawan, membenarkan PDP yang meninggal, Selasa (30/6) lalu positif Covid-19. Yang bersangkutan dipastikan positif empat hari sebelum dinyatakan meninggal. "PDP meninggal di BRSU Tabanan," ujarnya, Sabtu kemarin.

Dengan kondisi itu GTPP Covid-19 sudah melakukan tracking kontak dengan 12 keluarga. Dan Senin (6/7) nanti dilakukan tes swab. "Dari hasil kontak tracking hasilnya ada 12 orang, Senin dilakukan uji swab," tegas Dian Setiawan.

Sementara itu dengan difasilitasi Dinas Kesehatan (Diskes) dan Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, puluhan jurnalis media cetak, televisi dan online mengikuti rapid test di Wantilan Kertha Sabha, Kompleks Jaya Sabha, Jalan Surapati Nomor 1 Denpasar, Sabtu sore kemarin. Astungkara, puluhan wartawan yang sebagian besar ngepos di Pemprov Bali dan DPRD Bali ini hasil rapid testnya non reaktif.

Puluhan wartawan melakukan rapid test di Wantilan Kertha Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar. Kepala Diskominfos Bali, Gede Pramana, bersama jajarannya langsung memantau jalannya rapid test bagi awak media. "Kami dari pihak Diskominfos memfasitasinya mengingat para wartawan ini mobilitasnya sangat tinggi sehingga test rapid ini sangat penting dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan bersama," kata Gede Pramana.

Ada 6 petugas dari Labkes Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang melakukan rapid test yang dipimpin Nyoman Kenyem. Rapid test digelar sejak pukul 13.00 wita sampai pukul 16.00 Wita. Gede Pramana mengatakan lega dan bersyukur, hasil pemeriksaan  semuanya nonreaktif. "Astungkara hasilnya semua non reaktif," ujar mantan Kadis PUPR Provinsi Bali ini.

Para wartawan yang mengikuti rapid test kemarin mengaku lega. Walaupun ada juga yang tegang. Hal itu dipicu makin meluasnya kasus positif dan mengancam awak media yang memiliki mobilitas tinggi. "Saya ketug-ketug juga dari semalam, disuruh rapid test. Tapi hari ini hasilnya baru melegakan.  Kami terimakasih telah difasilitasi test rapid ini oleh Dinas Kesehatan dan Kominfos," ujar jurnalis LKBN Antara asal Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem ini. *esa, nvi, wan, mis, nat, ind, asa, des

loading...

Komentar