nusabali

Ditinggal Cerai Istri, Duda Nekat Ulah Pati

  • www.nusabali.com-ditinggal-cerai-istri-duda-nekat-ulah-pati

AMLAPURA, NusaBali
Setelah lama bercerai disusul menderita sakit gangguan jiwa, sepulang dari RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Bali di Bangli, Kamis (11/6), I Putu Wirangun, 54, nekat bunuh diri dengan cara gantung diri di palang garase rumahnya di Lingkungan Kodok Darsana, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, Selasa (16/6) pukul 00.30 Wita.

Padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan korban berstatus duda ini akan melakukan aksi itu. Tetangganya I Putu Suantara, 32, yang menyaksikan pertama, korban tergantung gunakan selendang cokelat. Antara garase rumah korban dengan rumah tetangga hanya dibatasi tembok setinggi sekitar 1,5 meter.

Putu Suantara yang terjaga dari tidurnya hendak ambil air, kemudian mendekati lokasi kejadian memberitahukan kepada keluarga korban, menyusul datang kepala Lingkungan Kodok Darsana, I Made Gunarta.

Selanjutnya I Made Gunarta membangunkan ayah korban I Nyoman Sarma, 75, dengan cara menggedor-gedor pintu kamarnya.

I Nyoman Sarma kaget, dibangunkan tengah malam di saat tidur lelap, mengira ada orang datang hendak berbelanja, karena sehari-hari membuka warung di depan rumahnya.

Ternyata setelah dapat pemberitahuan anaknya gantung diri dalam kondisi tidak mengenakan baju, hanya menggunakan celana pendek cokelat. Korban I Putu Wirangun gantung diri diperkirakan terlebih dahulu mengambil kursi plastik hijau naik ke atas kursi, kemudian mengikatkan selendang di palang garase, selanjutnya ujung selendang yang satunya lagi diikatkan di leher. Agar korban bisa bergelayutan, maka kursi plastiknya ditendang, lalu korban bergelayutan, hanya ujung kakinya dengan lantai jaraknya sekitar 5 cm.

Saat dievakuasi, jasad korban masih hangat diperkirakan belum satu jam korban meninggal sebelum ditemukan.

Korban menderita gangguan jiwa sejak 18 tahun lalu semasih anaknya umur 2 tahun. Setelah gangguan jiwanya sering kumat, tercatat tiga kali menjalani perawatan di RSJ Bali di Bangli. Menyusul istrinya memilih cerai dan mengajak kedua anaknya.

Sejak bercerai dengan istrinya, korban tidak pernah bertemu istri dan kedua anaknya. Sebab, kedua anaknya memilih tinggal bersama ibu kandungnya.

Kasus itu dilaporkan ke Polsek Karangasem datang petugas dipimpin Kapolsek, Kompol I Ketut Suartika Adnyana, melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), tidak ditemukan adanya bekas-bekas kekerasan, dan dinyatakan murni bunuh diri.

Korban sendiri sebelumnya sebagai nelayan, terakhir sebagai penjaga kamar mandi di Pasar Amlapura Timur. Ayah kandung korban I Nyoman Sarma mengatakan upacara yang digelar makingsan ring gni. "Saya kaget saat dibangunkan, pintu kamar digedor saya kira ada orang belanja, ternyata anak saya meninggal gantung diri," jelas I Nyoman Sarma, sembari menunjukkan lokasi kejadian.

I Nyoman Sarma mengaku tidak menyangka anaknya bunuh diri, padahal sehari-hari tidak ada masalah dan komunikasi tetap nyambung walau mengalami gangguan jiwa. "Bisa saja saat melakukan gantung diri, dalam kondisi sadar, ingat kedua anaknya yang tidak pernah ditemui," tambahnya. *k16

loading...

Komentar