nusabali

Korban Awalnya Naik Motor Sambil Tangan Kirinya Pegang Ular

Siswa SMP Jatuh Pingsan di Depan Pura Dalem Majapahit Akibat Dililit Ular yang Dibawanya

  • www.nusabali.com-korban-awalnya-naik-motor-sambil-tangan-kirinya-pegang-ular

Ular piton sepanjang 2 meter itu baru ditangkap korban I Gusti Ngurah Bagus Permana di suatu tempat, kemudian hendak dibawa pulang ke rumahnya di Kelurahan Semarapura Kelod, Kecamatan Klungkung untuk dipelihara

SEMARAPURA, NusaBali

Seorang siswa SMPN 1 Semarapura, Klungkung, I Gusti Ngurah Bagus Permana, 16, jatuh pingsan akibat dililit ular piton yang dibawanya, Kamis (21/5) siang pukul 11.00 Wita. Sebelum jatuh pingsan di jalan raya depan Pura Dalem Majapahit, Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Kecamatan Klungkung, korban awalnya naik motor sambil sebelah tangan kirinya memegang ular piton sepanjang 2 meter.

Informasi di lapangan, sebelum melilit leher hingga pingsan dalam kondisi telinga berdarah, ular piton baru ditangkap korban IGN Bagus Permana di salah satu lokasi kawasan Klungkung. Rencananya, ular tersebut akan dipelihara korban di kediamannya di Jalan Ratna Semarapura kawasan Kelurahan Semarapura Kelod, Kecamatan Klungkung.

Naas, saat dalam perjalanan naik motor menuju rumahnya di Kelurahan Semarapura Kelod, korban Bagus Permana malah dililit oleh ular piton yang baru ditangkapnya. Peristiwa naas ini terjadi saat melintas di depan Pura Dalem Majapahir yang berlokasi di Jalan Kresna Semarapura.

Meski dalam kondisi leher terlilit ular piton, korban Bagus Permana masih sempat memarkir motor Honda Supra DK 8593 AE yang ditungganginya di depan Pura Dalem Majapahit. Tak lama berselang, lilitan ular di lehernya semakin kencang, hingga pelajar berusia 16 tahun asal Banjar Lila, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem ini kesulitan bernapas, kemudian lemas dan jatuh pingsan.

Sejumlah pengendara yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, awalnya tidak berani langsung menolong korban Bagus Permana. Pasalnya, warga khawatir juga karena peristiwa ini terjadi di tengah situasi pandemi Covid-19.

Kendati demikian, beberapa warga akhirnya coba mendekati korban, karena rasa kemanusiaan. Mereka kaget melihat seekor ular piton sepanjang 2 meter melilit leher korban Bagus Permnana. Bahkan, ujung ekor ular sudah masuk ke dalam hidung korban. Sedangkan kepala ular itu berada di selangkangan korban.

Akhirnya, ada dua warga yang berinisiastif memegang bagian kepala dan ekor ular itu untuk melepaskan korban dari lilitannya. Kendati ular sudah berhasil dilepaskan, korban masih tak sadarkan diri, dalam kondisi telinga mengeluarkan darah diduga karena sempat tergigit hewan reptil tersebut. Warga coba memberikan pertolongan pertana dengan menekan dada korban.

Peristiwa ini langsung dilapoprkan ke Polres Klungkung. Tak lama berselang, jajaran Polres Klungkung turun ke lokasi TKP, selanjutnya mengevakuasi korban Bagus Permana ke RSUD Klungkung di Semarapura. "Korban dibawa ke RSUD Klungkung untuk menjalani perawatan, sementara ularnya sudah diamankan oleh kepolisian," ujar seorang saksi mata di TKP, I Ketut Sukadana.

Sementara, jajaran Polsek Klungkung sudah terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Menurut Kapolsek Klungkung, Kompol Nyoman Suparta, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ada yang sempat melihat aksi korban Bagus Permana sebelum jatuh pingsan dililit ular.

Konon, korban awalnya naik motor sambil sebelah tangan kirinya memegang kepala ular, sementara badan ular dililitkan ke leher. Setelah itu, korban Bagus Permana berhenti di lokasi TKP depan Pura Dalem Majapahit. “Kemudian, korban sempat mendongkrak motornya, sebelum akhirnya jatuh telentang dalam kondisi leher terlilit ular,” jelas Kompol Suparta.

Kompol Suparta menyebutkan, pihaknya sempat meminta keyterangan adik korban, I Guati Ayu Nopi Permitasari. Dari keterangan Nopi Permatasari, kakaknya baru menangkap ular tersebut dan hendak membawanya pulang untuk dipelihara. Namun, belum sampai di rumah, keburu terjadi musibah. "Selama ini, korban sudah sering menangkap ular dan memeliharanya," papar Kompol Suparta.

Sementara itu, korban Bagus Permana kemarin langsung mendapat perawatan di RSUD Klungkung. Setelah mendapatkan penanganan dan kondisinya membaik, siswa SMPN 1 Semarapura ini dibolehkan pulang dari rumah sakit, tadi malam. “Kondisi korban sudah membaik,” ungkap Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa. *wan

Komentar