nusabali

Studi Komparasi soal Anggaran Pendidikan, Sekolah Inklusi, dan Penanganan Virus Corona

Dewan Badung Kunker ke Pemprov DKI Jakarta

  • www.nusabali.com-studi-komparasi-soal-anggaran-pendidikan-sekolah-inklusi-dan-penanganan-virus-corona

MANGUPURA, NusaBali
DPRD Kabupaten Badung melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemprov DKI Jakarta, Kamis (5/2), untuk studi komparasi mengenai anggaran pendidikan, sekolah inklusif, dan penanganan virus Corona.

Kunker dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, didampingi Wakil Ketua I Made Sunarta dan Ketua Komisi IV I Made Sumerta, Wakil Ketua Komisi IV I Nyoman Gede Wiradana, Wakil Ketua II I Made Suwardana, Sekretaris I Ni Luh Putu Gede Rara Hita Suksma Dewi, Sekretaris II Putu Yunita Oktarini. Sejumlah anggota juga turut serta, Ni Luh Sekarini, I Gede Aryantha, Ni Ketut Suweni, dan Ni Luh Gede Sri Mediastuti.

Rombongan Dewan Badung diterima Sekretaris Pelaksana BPBD Pemprov DKI Jakarta Anton Parura didampingi Widodo selaku Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta, Saikun selaku Bidang SMP/SMA Disdik Pemprov DKI Jakarta.

Putu Parwata menanyakan anggaran pendidikan di Pemprov DKI Jakarta dan penanganan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Ketua Komisi IV Made Sumerta yang membidangi pendidikan dan kesehatan ini juga menanyakan hal yang sama, yakni terkait anggaran pendidikan dan isu Corona. Hal itu karena di Jakarta sudah diumumkan ada dua positif Corona.

Widodo menerangkan, anggaran pendidikan di Pemprov DKI Jakarta sebesar 20 persen dari APBD. Untuk tahun ini anggaran pendidikan digelontor Rp 21 triliun lebih. Rinciannya untuk belanja tidak langsung dialokasikan Rp 8,4 triliun lebih, untuk belanja langsung Rp 7,2 triliun lebih, dan hibah bansos Rp 5,8 triliun lebih.

Mengenai sekolah di Jakarta, saat ini sekolah negeri di Jakarta sudah menjadi sekolah inklusi dan seluruh sekolah wajib menerima setiap kelas 2 orang siswa yang berkebutuhan khusus. Anak-anak ini bisa ditangani secara inklusi. “Bagi anak-anak yang tidak memungkinkan di sekolah biasa, kami juga memiliki 13 SLB negeri mulai dari tingkat SD-SMA,” ungkapnya.

Sementara mengenai masalah virus Corona, Anton Parura mengakui telah diumumkan bahwa dua orang positif Corona. “Kami sangat antisipasi, sekarang ini baru masuk ke Balai Kota saja sudah diperiksa suhu tubuh, itu antisipasi awal,” ucapnya.

Usai melakukan pertemuan, DPRD Badung bertukar cenderamata dan sekaligus seluruh rombongan Komisi I dan IV DPRD Badung melakukan foto bersama. *

Komentar