nusabali

31 Ha Tanaman Padi di Kerambitan Kena Puso

  • www.nusabali.com-31-ha-tanaman-padi-di-kerambitan-kena-puso

Serangan hama tikus mengakibatkan tanaman padi petani di 3 kecamatan di Kabupaten Tabanan rusak ringan, sedang, berat, bahkan mengalami puso.

TABANAN, NusaBali
Lahan persawahan di tiga kecamatan di Kabupaten Tabanan diserang hama tikus. Luasan yang diserang tersebut mencapai 101 hektare dengan kategori ringan, sedang, dan berat. Sementara di Kecamatan Kerambitan, tanaman padi seluas 31 hektare mengalami puso.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, lahan pertanian di tiga kecamatan yang terserang hama tikus tersebut adalah di Kecamatan Kerambitan, Kecamatan Tabanan, dan Kecamatan Kediri.

Untuk di Kecamatan Tabanan luas lahan yang diserang 16 ha, rinciannya 11 ha kategori ringan, 3 ha kategori sedang, dan 2 ha kategori berat. Kemudian di Kecamatan Kediri yang diserang tikus seluas 6 ha, rinciannya 2 ha kategori ringan, dan 4 ha kategori berat.

Dan yang paling parah adalah di Kecamatan Kerambitan, terserang seluas 79 ha, rinciannya 18 ha kategori ringan, 8 ha kategori sedang, dan 22 ha kategori berat. Selain itu, dampak dari serangan tersebut, seluas 31 ha petani mengalami puso alias gagal panen.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Tabanan I Nengah Durmita, seizin Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana, mengatakan data luasan lahan persawahan diserang hama tikus mulai Januari sampai pertengahan Februari 2020. “Ada tiga kecamatan yang tanaman padi petani diserang hama tikus, yakni Kecamatan Tabanan, Kediri, dan Kerambitan dengan luasan yang berbeda dengan total 101 hektare,” ujarnya, Kamis (27/2).

Menurut Durmita, dari jumlah itu Kecamatan Kerambitan terluas areal persawahan yang diserang tikus. Bahkan seluas 31 hektare mengalami puso. “Jadi serangan tikus awal tahun ini meningkat, karena sampai mengakibatkan puso,” imbuhnya.

Bahkan areal persawahan di Tabanan tidak hanya diserang tikus. Hama penggerek batang juga mengganggu tanaman padi. Namun hingga saat ini dari hasil pemantauan petugas lapangan, baru 5 hektare lahan yang diserang dengan kategori ringan. “Serangan penggerek batang itu ada di Kecamatan Tabanan,” kata Durmita.

Sementara itu, petani yang mengalami puso telah dilaporkan dan mendapatkan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Bahkan telah dibantu obat-obatan untuk pengendalian OPT (organisme pengganggu tumbuhan).

Durmita menyatakan, penyebab tanaman padi awal tahun 2020 diserang hama tikus dipicu faktor cuaca dengan tingkat kelembapan tinggi yang memicu pesatnya perkembangan serangan hama. Selain itu pola tanam yang dilakukan petani tidak serempak, musim kemarau panjang, dan pengendalian serangan tikus tidak serempak.

Maka dari itu Durmita mengimbau petani di subak tertentu rutin melakukan sanitasi dan lingkungan secara serentak. Dan yang paling penting pengendalian hama dilakukan mulai saat pengolahan tanah. “Kami imbau petani juga rutin melakukan hal tersebut,” tandasnya. *des

Komentar