nusabali

Kasus Kematian Babi Misterius Berlanjut

  • www.nusabali.com-kasus-kematian-babi-misterius-berlanjut

Dinas Pertanian Gianyar tidak bisa berbuat banyak dengan kematian babi yang tak henti ini.

GIANYAR, NusaBali

Pemkab Gianyar, melalui kegiatan mapatung (menyemblih ternak secara berkelompok,Red) baru bisa meyakinkan kepada masyarakat bahwa daging babi aman dikonsumsi. Namun Dinas Pertanian (Distan) Gianyar belum bisa menghentikan kematian ternak babi secara misterius di bumi seni ini.

Kasus kematian babi pun terus terjadi. Informasi dihimpun, belasan ternak babi mati misterius di Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, hingga Jumat (21/2). Kematian belasan ekor babi di Desa Melinggih Kelod ini terjadi dalam beberapa hari terakhir. Secara bertahap babi peliharaan sejumlah peternak di desa itu mati. Gejala pun masih sama. Mulai dari tidak mau makan sampai akhirnya lemas dan mati.

Kematian ternak babi sembilan ekor juga diderita peternak di Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, tepat sehari sebelum Penampahan Galungan. Bahkan seekor babi seberat 100 kg yang sudah dipesan mendadak mati. Akibatnya, salah satu sekaa mapatung mengurungkan niat mapatung babi. Anggota sekaa dibebaskan untuk membeli daging di pasaran.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmasvet) Dinas Pertanian Gianyar I Made Santiarka, dikonfirmasi Jumat (21/2),  membenarkan terjadinya kematian babi di Desa Melinggih Kelod. Dia mengaku jajarannya sudah mendatangi lokasi kematian babi tersebut. "Matinya tidak sekaligus kemarin. Namun bertahap sejak beberapa hari lalu di Desa Melinggih Kelod," katanya.

Diakui gejala kematian babi di desa itu pun masih sama dengan kematian babi di desa lainnya. Santiarka mengaku, Dinas Pertanian Gianyar tidak bisa berbuat banyak dengan kematian babi yang tak henti ini. "Kami tidak bisa berbuat apa, karena ini memang belum ada obatnya," keluhnya.

Para peternak yang masih memelihara babi kini hanya bisa melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan kandang. Cara lain yakni memutus kontak peliharaan babi dengan orang atau hewan lain. Bila pencegahan ini tidak dilakukan maka kematian babi ini akan terus mewabah. "Kami hanya bisa melakukan biosecurity dan rutin menyemprotkan disinfektan di areal kandang babi," katanya.

Terkait peternak yang sudah kebahabisan babi, dia mengimbau agar tetap mengosongkan kandang dalam batas waktu yang tidak ditentukan. "Kosongkan kandang dulu, sembari tetap semprotkan disinfektan  agar virus yang ada di kandang benar-benar hilang," ujarnya.

Sementara itu, terkait ternak babi mati di Banjar Dentiyis telah diatensi petugas Puskeswan wilayah III Gianyar, Blahbatuh, Sukawati, drh Nyoman Arya Dharma. "Babi disini ada juga mati. Kebanyakan  babi di peternak kecil," jelasnya. Kepada peternak, dia hanya bisa mengimbau agar menerapkan biosecurity dan memasak akan dengan cara direbus.*nvi

Komentar