nusabali

Penataan di Pasar Kidul dan Loka Crana Tak Kunjung Tuntas

  • www.nusabali.com-penataan-di-pasar-kidul-dan-loka-crana-tak-kunjung-tuntas

Permasalahan di Pasar Kidul dan Pasar Loka Crana Bangli terkesan berlarut-larut.

BANGLI, NusaBali

Penyebanya, penataan pedagang tak kunjung tuntas. Pedagang yang menempati kios di Pasar Loka Crana kembali berjualan di Pasar Kidul. Tidak hanya itu, banyak kios di Pasar Loka Crana tutup.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Kidul, sejumlah pedagang aksesoris yang sudah mendapat tempat di Pasar Loka Crana justru kembali balik berjualan di Pasar Kidul. “Sekitar enam pedagang kembali berjualan di Pasar Kidul padahal mereka sudah mendapat kios di Pasar Loka Crana,” ungkapnya, Selasa (28/1). Para pedagang aksesoris itu pindah jualan dengan alasan di Pasar Loka Crana sepi pembeli.

Mereka bisa kembali berjualan di Pasar Kidul karena tempat atau kios yang ditempati sebelumnya tidak dibongkar. “Mereka kembali berjualan ditempat lama, kalau ini dibiarkan maka akan semakin banyak pedagang di Pasar Loka Crana kembali berjualan di Pasar Kidul,” ujar pedagang asal Klungkung ini. Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Wayan Gunawan saat dikonfirmasi mengaku akan segera turun untuk mengecek informasi tersebut. “Kami akan segera turun, jika informasi itu benar, maka kami perintahkan pengelola pasar untuk menertibkan pedagang tersebut,” ungkapnya.

Demikian pula halnya dengan keluhan pedagang terkait keberadaan pedagang bermobil yang dibiarkan berjualan melewati batas waktu yang ditentukan. Jika pedagang bermobil dibiarkan berjualan di areal parkir, pedagang di lantai dua dirugikan dan efeknya suasana pasar tidak akan kondusif. “Masalah ini harus segera ditangani. Kami segera koordinasikan dengan pengelola pasar. Sebelumnya kami sudah merapatkan hal ini dengan pengelola pasar. Termasuk menggandeng Dinas Dinas Perhubungan selaku pengelola parkir,” jelasnya.

Wayan Gunawan juga mengagendakan rapat dengan pemilik kios yang belum pernah buka di Pasar Loka Crana. “Kalau memang tidak ada minat berjualan, kunci  kios akan kami tarik. Begitupula bagi yang jarang berjualan,” tegasnya. Dikatakan, pedagang yang jarang buka dan sama sekali tidak pernah buka yakni di blok A sebanyak 12 pedagang, blok B 10 pedagang, blok C 7 pedagang, dan blok D sebanyak 8 pedagang. *esa

Komentar