nusabali

BKD Bali Siapkan Layar Lebar

13.432 Pelamar Ikuti SKD CPNS

  • www.nusabali.com-bkd-bali-siapkan-layar-lebar

Untuk transparansi, panitia bahkan melarang peserta memakai jam tangan dan ikat pinggang saat mengikuti tes di dalam ruangan.

DENPASAR, NusaBali

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali menyiapkan 400 komputer untuk sesi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) formasi wilayah Provinsi Bali yang akan dilaksanakan selama sepekan, 28 Januari hingga 3 Februari 2020. Menariknya, dalam seleksi ini, BKD menyiapkan layar lebar di luar ruangan tes. Tujuannya untuk memantau pelaksanaan seleksi supaya berjalan transparan.

Kepala BKD Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana disela-sela persiapan pelaksanaan lokasi SKD CPNS di Badan Diklat Pemprov Bali, Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Rabu (22/1) siang mengatakan, BKD Provinsi Bali selaku pelaksana akan melaksanakan proses test secara bergilir, karena ada sebanyak 13.432 peserta yang akan menjalani seleksi dengan sistem CAT.  "Ya kami siapkan pola bergilir dan kami cicil selama sepekan. Setiap hari akan ada 5 sesi dengan waktu tes setiap sesi 1,5 jam. Setiap sesi ada 400 orang akan mengikutinya. Jadi rata-rata setiap hari itu 2.000 pelamar akan ikut seleksi. Sehingga estimasi kita 7 hari sudah selesai," ujar Lihadnyana.

Lihadnyana menyebut, BKD Provinsi Bali sebagai pelaksana sudah tenderkan pengadaan 400 komputer dengan sistem sewa. Termasuk juga disiapkan layar lebar di luar ruangan tes. Tujuannya adalah memantau pelaksanaan seleksi supaya berjalan transparan. “Nanti pihak-pihak yang akan kami undang untuk melihat dan memantau jalannya seleksi bisa pantau dari luar ruangan, dengan layar lebar yang connecting ke dalam ruangan seleksi," ungkapnya.

Menurut Lihadnyana, beberapa pihak akan dilibatkan dalam pemantauan seleksi nanti. "Untuk pembukaan soal seleksi akan kita lakukan bersama-sama dengan DPRD Bali, Ombudsman, Kejaksaan dan Kepolisian dipantau langsung oleh media," ujar birokrat asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng ini.

Selain menyediakan layar lebar, seleksi SKD CPNS dengan sistem CAT ini disebutkan Lihadnyana sangat transparan. Saat seleksi dilaksanakan, pelamar tidak boleh membawa alat tulis, karena sudah disediakan oleh panitia. Kemudian tidak boleh membawa alat komunikasi /ponsel. Bahkan peserta juga dilakukan larangan membawa perhiasan. "Jam tangan sampai ikat pinggang tidak boleh dipakai di dalam ruangan. Makanya kami imbau pelamar jangan percaya dengan kasak-kusuk ada orang bisa bantu meluluskan dalam seleksi ini. Yang bisa membantu mereka hanya dirinya sendiri. Maka harus siapkan diri dengan baik. Di dalam hanya dengan kemampuan diri bisa lolos," ujar mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa ini.

Disebutkan, sebanyak 13.432 peserta ini akan bertarung memperebutkan 676 kursi CPNS di Pemprov Bali. Lihadnyana pun meminta peserta untuk tidak percaya dengan iming-iming dan informasi sesat. "Kalau ada yang menjanjikan bisa meluluskan apalagi minta syarat setor duit segera laporkan. Disertai dengan bukti dan saksi. Kami pasti tindaklanjuti," tegasnya.

Sementara Komisi I DPRD Bali komitmen untuk kawal proses seleksi CPNS Pemprov Bali 2020 dengan maksimal. Sekretaris Komisi I DPRD Bali membidangi aparatur negara I Made Suparta secara terpisah mengapresiasi persiapan panitia seleksi didaerah dalam hal ini BKD Provinsi Bali. "Komisi I DPRD Bali pun akan komitmen mengawal proses ini secara maksimal dan transparan. Karena kita juga ingin seleksi ini menghasilkan aparatur yang punya kualitas dan prosesnya berintegritas ," ujar politisi PDI Perjuangan asal Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan ini.

Suparta menegaskan pula agar seluruh elemen masyarakat turut mengawasi proses pelaksanaan seleksi supaya tidak ada permainan. "Kita bersama-sama lah. Masyarakat kita minta juga kawal. Karena orang tua yang punya anak ingin juga bisa mengabdi kepada negara menjadi Aparatur Sipil Negara dengan cara yang berintegritas. Miskin kaya, punya saudara pejabat atau tidak mereka punya kesempatan yang sama," tegas advokat senior ini. *nat

loading...

Komentar