nusabali

Perahu Terbalik, 1 Selamat, 1 Hilang

  • www.nusabali.com-perahu-terbalik-1-selamat-1-hilang

Kecelakaan laut terjadi di perairan Pantai Cucukan, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, ketika sebuah perahu menabrak batu karang hingga terbalik, Minggu (5/1) malam sekitar pukul 23.15 Wita.

GIANYAR, NusaBali

Dalam musibah ini, satu korban selamat dari maut, sementara satu lagi hilang tenggelam. Korban selamat dalam musibah perahu terbalik yang terjadi di tengah laut pada jarak sekitar 250 meter dari bibir Pantai Cucukan ini adalah Jonatan Febriayanto, penumpang asal Dusun Gampong, Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh. Sedangkan korban hilang tenggelam adalah Aproyosi, 25, sang nakhoda perahu.

Informasinya, saat musibah terjadi, perahu yang dikemudikan Aproyosi dengan ditu-mpangi Jonatan Febriyanto ini dalam pelayaran dari Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan menuju Pantai Cucukan. Perahu ini bergeser ke Pantai Cucukan berkaitan dengan proyek pembenaman pemberat pada pipa saluran air laut menuju Taman Safari (Bali Safari and Marine Park) di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar.

Perahu naas ini baru dibeli pihak kontraktor yang menggarap proyek penyaluran air laut menuju Taman Safari. Kapal tersebut milik korban Aproyosi, nakhoda yang hilang. Perahu berangkat dari Pelabuhan Benoa, Minggu petang pukul 18.50 Wita.

Begitu memasuki perairan Pantai Cucukan yang berjarak sekitar 250 meter dari bibir pantai, datang ombak besar menerjang hingga perahu menabrak batu karang. Habis menabrak batu karang, perahu ini terbalik dan hancur, hingga korban Jonatan dan Aproyosi terlempar ke laut.

Korban Jonatan berhasil menyelamatkan diri dengan cara memeluk tangki bahan bakar. Dia kemudian dievakuasi petugas Balawista dan warga sekitar, lalu dibawa ke RS Kasih Ibu di Desa Saba, Kecamatabn Blahbatuh untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sebaliknya, korban Aproyosi langsung hilang tenggelam pasca kapalnya terbalik. Hingga Senin (6/1) sore, korban Aproyosi belum ditemukan. Upaya pencarian korban hilang ma-sih terus dilakukan tim gabungan dari Polsek Blahbatuh, Sat Pol Air Polres Gianyar, Balawista, dan BPBD Gianyar.

Kabag Ops Polres Gianyar, Kompol Dewa Gede Mahendra Putra, mengatakan korban Jonatan bisa diselamatkan, setelah dilihat bergelantungan dan terombang-ambing di tengah laut oleh salah satu pemilik warung di Pantai Cucukan, Dewa Putra. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke petugas Balawista, hinga mereka terjun menyelamatkan korban Jonatan. “Sayang, satu korban lainnya hilang tenggelam dan hingga kini belum ditemukan,” ujar Kompol Dewa Mahendra.

Ditemui NusaBali di ruang perawatan RS Kasih Ibu Desa Saba, Senin kemarin, korban Jonatan mengatakan perahu yang ditumpanginya memang berangkat dari Pelabuhan Benoa ke Pantai Cucukan Gianyar dalam kondisi cuaca ekstrem.  “Meski angin kencang dan ombak besar, pelayaran dari Pelabuhan Benoa berjalan lancar,” tutur Jonatan.

Selama pelayaran dari Benoa, Jonatan dan koran Aproyosi terlibat diskusi masalah mesin dan perahu. “Semakin ke tengah laut, perjalanan kian aman. Tapi, salahnya kita adalah ngambil jalur jauh ke pinggir pantai,” cerita Jonatan.

Namun, sekitrar 500 meter sebelum finish di Pantai Cucukan, perahunya diterjang ombak besar dan kemudian menabrak karang, hingga terbalik dan hancur. “Lokasi kejadian di tengah laut pada jarak sekitar 250 meter dari bibir pantai. Beruntung, saya bisa selamat setelah berhasil memeluk tangki bahan bakar. Sedangkan Aproyosi hilang tenggelam,” katanya.  *nvi

Komentar