nusabali

Pemdes Manistutu Sikapi Bantuan Kucit Mati

  • www.nusabali.com-pemdes-manistutu-sikapi-bantuan-kucit-mati

‘Benny Permana’ yang telah menerima hasil keputusan desa, dan sepakat menarik unggahan status di FB-nya.

NEGARA, NusaBali

Informasi terkait bantuan 4 ekor kucit (bibit babi) dari Pemerintah Desa (Pemdes) Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, mati berselang dua minggu pasca diserahkan kepada penerima bantuan, disikapi serius aparat desa setempat. Jumat (13/12), pihak Pemdes Mansitutu menggelar mediasi dengan warga pemilik  akun Facebook (FB) ‘Benny Permana’, yang sempat meluapkan kekecewaan di akun FB-nya, dan menjadi viral di media sosial (medsos).

Mediasi dipimpin Perbekel Manistutu I Komang Budiana di Kantor Desa Manistutu, melibatkan jajaran Badan Permusywarahan Desa (BPD), Bhabinkamtibnas, dan Babinsa setempat. Hadir pula jajaran Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) Desa Mansitutu, yang sebelumnya menjadi penangungjawab kegiatan serta rekanan yang mengadakan 140 ekor kucit dengan anggaran Rp 120 juta dari ABPDes Manistutu 2019 kepada 140 warga anggota kelompok ternak desa setempat pada November 2019.

Dari mediasi antara PPK Desa Manistutu dengan warga pemilik  akun ‘Benny Permana’, diseakapati dua poin utama. Pertama, PPK Desa Manistutu sepakat untuk mengganti 4 ekor kucit yang mati, dan akan diganti pihak rekanan desa. Kedua , ‘Benny Permana’ yang telah menerima hasil keputusan desa, dan sepakat menarik unggahan status di FB-nya karena terdapat miss komunikasi dalam statusnya tersebut.

Perbekel Manistutu I Komang Budiana mengakui mediasi itu untuk menyelesaikan segala permasalahan serta kesalahpahaman yang sempat terjadi. Terlebih unggahan status itu viral di FB dan memberikan sorotan pihak desa yang dituding bermain dalam pengadaan bantuan bibit babi tersebut. “Kami mendiasi untuk mencari solusi. Yang jelas, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai, dan sudah tidak ada masalah,” ujar Budiana yang baru menjadi Perbekel per 6 Desember lalu atau sebelum adanya kegiatan pengadaan bantuan kucit tesebut.

Melalui kesempatan mediasi tersebut, kata Budiana, pihaknya berharap ke depannya, segala permasalah yang ada di desa, bisa disalurkan melalui mekanisme dan prosedur. Bisa dikomunikasikan lewat BPD, Babhinsa, Bhabinkamtibnas maupun aparat desa sendiri. Apalagi dalam tataran eksekusi, berbagai program kemasyarakatan pasti ada yang kurang sempurna. “Kami tidak anti kritik. Bahkan perlu masukan dan saran warga untuk pembangunan desa yang lebih baik. Hanya saja, cara penyampaiannya agar benar. Utamakan dulu musyawarah, duduk bersama mencari solusi. Apa yang perlu dievaluasi, bicarakan bersama,” ujarnya.

Ke depannya, Budiada yang belum genap sebulan menjadi Perbekel ini mengaku berencana melanjutkan program bantuan bibit babi kepada masyarakat tersebut. Pasalnya, program tersebut dinilai sangat membantu upaya pemberdayaan warganya. “Untuk ke depannya, kami akan sempurnakan program itu. Mulai dari perencanaan, verifikasi, dan kelompok penerima agar lebih maksimal,” ujarnya.

‘Beny Permana’ usai pertemuan tersebut, mengaku bersyukur informasinya direspon cepat pihak desa. Terlebih bantuan ternak yang dipeliharanya juga akan diganti. Hasil pertemuan dan musyawarah dengan pihak desa juga sudah diunggahnya ke akun FB-nya. “Intinya saya berharap program bantuan desa yang sejatinya sangat baik untuk membantu menambah penghasilan kepada warga, dapat berjalan lancar serta terus berkesinambungan. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak warga, dan benar-benar bermanfaat untuk warga,” ujarnya.*ode

Komentar