nusabali

PUPR Badung Berencana Larang Seluruh Aktivitas

Jalan Dharmawangsa Kutsel Rusak Akibat Proyek Galian

  • www.nusabali.com-pupr-badung-berencana-larang-seluruh-aktivitas

Kondisi Jalan Dharmawangsa, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, selain banyak lubang dan jalanan bergelombang, jalan tersebut sangat rawan bagi pengendara khususnya roda dua.

MANGUPURA, NusaBali

Hal ini karena aktivitas sejumlah proyek di jalan penghubung ke sejumlah objek wisata di Nusa Dua, Ungasan, dan Pecatu itu ‘merusak’ aspal. Rencananya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Badung akan melakukan perbaikan secara menyeluruh jalan itu pada 2020 mendatang. Setelah itu, Dinas PUPR tidak akan mengizinkan aktivitas yang merusak aspal.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba mengakui terkait kondisi Jalan Dharmawangsa yang memprihatikan itu. Aspal yang berlubang dan bergelombang membuat kondisi jalanan sudah tidak mulus seperti dahulu. Bahkan, banyak aspal tambalan yang dinilainya tidak sesuai alias tidak seimbang dengan aspal yang dikerjakan pihaknya. Guna mengembalikan kondisi jalan tersebut, pihaknya sudah mengajukan usulan perbaikan pada 2020 mendatang.

“Memang sudah kita ajukan untuk perbaikan Jalan Dharmawangsa pada tahun depan. Semoga hal itu bisa direalisasikan, karena kondisinya memang sudah seharusnya diperbaiki,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (19/11) sore.

Meski tidak merinci secara pasti usulan anggaran dalam pengerjaan Jalan Dharmawangsa, Surya Suamba berharap bisa terealisasi agar bisa langsung dikerjakan. Setelah kondisi aspal jalan sudah normal, pihaknya tidak akan memberikan izin kepada siapa pun yang melakukan aktivitas proyek di sepanjang jalan tersebut. Hal itu disebabkan tidak adanya pertanggungjawaban dari pihak proyek dalam menjaga kondisi awal aspal jalan.

“Kalau kondisi jalan sudah baik, kita larang sama sekali. Tentu dasar dari larangan itu karena banyak yang tidak mempertanggungjawabkan kondisi jalan. Sehingga menyebabkan compang-camping, berlubang, bergelombang, dan itu sangat membahayakan. Makanya kita larang semua aktivitas proyek di sana,” tegasnya. *dar

loading...

Komentar