nusabali

Disurvei, Disiplin Siswa Dinilai Masih Kurang

  • www.nusabali.com-disurvei-disiplin-siswa-dinilai-masih-kurang

Dalam survei yang digelar IHDN (Institut Hindu Dharma Negeri) Denpasar terungkap disiplin siswa kelas I di SD Negeri 1 Padangkerta, Karangasem masih kurang.

AMLAPURA, NusaBali

Bukan hanya itu, psikis dan pemenuhan kebutuhan emosi dasar juga belum optimal. Bahkan secara fisik banyak yang belum siap mengikuti pembelajaran.

Dosen IHDN dari Fakultas Dharma Acarya, Dr Kadek Aria Prima Dewi PF SAg MPd, yang mengoordinasikan survei itu mengungkapkan hasil surveinya di SDN 1 Padangkerta, Lingkungan Padangkerta Kelod, Kelurahan Padangkerta, Kecamatan Karangasem, Sabtu (16/11).

IHDN yang menggelar survei di 13 sekolah dasar di Bali, termasuk di SDN 1 Padangkerta, melakukan kunjungan menyasar 35 siswa kelas I SDN 1 Padangkerta.

Penelitian ini berjudul ‘Pengembangan Metode Penapisan Berbasis Yoga Asanas untuk Meningkatkan Kesiapan Belajar Anak SD di Provinsi Bali’. Nantinya hasil survei diterbitkan dalam buku panduan mengajar siswa di kelas I.

Survei dengan mendatangkan segenap orangtua siswa, tujuannya untuk memberikan edukasi kepada orangtua siswa, agar lebih optimal memperhatikan pertumbuhan anak-anaknya, turut membantu dalam kelancaran pembelajaran di rumah, dan juga agar optimal melakukan bimbingan.

Cara paling efektif agar orangtua siswa lebih mencintai anaknya, lebih memperhatikan, lebih dekat, selalu mengingatkan pentingnya belajar, sedapat mungkin agar belajar ditunggui. "Cara lain untuk mendekatkan diri kepada anak, setiap pagi sebelum berangkat sekolah, agar menyempatkan memandikan anak, membantu mengenakan pakaian sekolah, selanjutnya antar ke sekolah," kata Aria Prima Dewi.

Ternyata hal itu belum optimal dilakukan orangtua. Bahkan secara fisik, 40 persen anak-anak kelas I belum siap sekolah, beberapa belum bisa pegang pensil yang baik, ada yang otot kakinya juga belum kuat, sehingga tidak kuat berdiri lama-lama, terutama saat apel bendera setiap hari Senin.

"Pendidikan karakter terhadap siswa juga perlu diingatkan, begitu anak tiba di sekolah turun dari sepeda motor orangtuanya, terlebih dahulu mesti cium tangan orangtua, selanjutnya disambut guru pengajar di sekolah, dalam program guru menyapa siswa," kata Aria Prima Dewi.

Guna menyeimbangkan otak kiri dan kanan, serta meningkatkan konsentrasi disiplin belajar maka rombongan dari IHDN memberikan pelajaran yoga asanas, kepada anak-anak kelas I.

Kasek SDN 1 Padangkerta Ni Ketut Suarni mengakui hal itu. "Selama lima bulan siswa kelas I, telah mampu menyesuaikan, hanya saja belum optimal," katanya.

Misalnya, saat belajar di kelas, masih banyak yang ngobrol sesama teman-temannya, terutama saat guru menerangkan pelajaran. Selama apel bendera, banyak tidak kuat berdiri dan belum bisa berbaris rapi, belum bisa konsentrasi. "Saya sempat penasaran, apa kira-kira yang diobrolkan anak-anak kelas I SD, ternyata yang diobrolkan topiknya tentang film, dan permainan," katanya.

Guru kelas I SDN 1 Padangkerta, Ni Made Ariani, mengungkapkan hal serupa. "Memang disiplin anak masih kurang dalam menerima pelajaran. Mereka suka berpindah-pindah tempat duduk. Bisa jadi karena jumlah siswanya kebanyakan, tahun lalu 25 siswa, masih bisa tertib menerima pelajaran," jelas Ni Made Ariani.

Di SDN 1 Padangkerta sendiri kondisi siswanya kelas I sebanyak 35 siswa, kelas II sebanyak 27 siswa, kelas III sebanyak 30 siswa, kelas IV sebanyak 32 siswa, kelas V sebanyak 34 siswa dan kelas VI sebanyak 32 siswa. Hanya didukung 5 guru kelas, satu guru agama dan satu guru penjaskes. *k16

Komentar