nusabali

SDN 3 Banjar Jawa Duta Bali

  • www.nusabali.com-sdn-3-banjar-jawa-duta-bali

Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional

SINGARAJA, NusaBali
Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Banjar Jawa, Kabupaten Buleleng, terpilih mewakili Provinsi Bali dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional. Duta Provinsi Bali ini pun mendapat kunjungan dari tim penilai nasional pada Kamis (8/8) pagi.

Sebelumnya SDN 3 Banjar Jawa yang berlokasi di sebelah Utara Lapangan Ngurah Rai (Taman Kota) sudah memenangi ajang yang sama di tingkat kabupaten dan provinsi. Sebagai juara I, SDN 3 Banjar Jawa pun berhak beradu kiat sekolah sehatnya dengan perwakilan provinsi se-Indonesia.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, menjelaskan keiikutsertaan dalam LSS itu menurutnya bukan disiapkan instans. Tetapi pihak sekolah baik guru, siswa dan pegawainya sudah berlatih lama untuk menumbuhkan dan menanamkan kesadaran tentang kesehatan di sekolah.

“Kesadaran kesehatan di sekolah ini sangat tinggi. Sekolah kelihatan bersih, rapi dan tertib, itu sudah menjadi kebiasan warga sekolah, bukan instans, sudah menjadi budaya. Sebenarnya ini yang paling fundamental, jauh lebih penting dari masalah lomba, tetapi bagaimana menjadi budaya hidup sehat itu baik. Terakhir akan melahirkan anak-anak yang punya SDM berkualitas,” ujar Suyasa yang mantan Kadisdikpora Buleleng itu.

Dalam pembentukan sekolah sehat, Pemkab Buleleng selalu memberikan perhatian, pemantauan dan bantuan penuh, terkat sarana prasarana pendukung sekolah sehat sehingga SDN 3 Banjar Jawa bisa seperti saat ini. “Kontribusi APBD Buleleng cukup mendukung sekolah ini, sepanjang prospektif untuk pengembangan dan peningkatan proses pembelajaran,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai LSS dr Irwan Panca Wariaseno, menjelaskan, kegiatan ini merupakan peran bersama empat sektor yang bekerja yaitu unsur kesehatan, pendidikan, agama dan pemerintah daerah yang bersama-sama berperan memperhatikan kesehatan sekolah.

Penambahan indikator penilaian dalam LSS ini antara lain Best Performace yang diwujudkan melalui tampilan kebersihan dan kerapian sekolah. Indikator lain  Best Achievement, sebagai upaya yang dilakukan untuk menuju sekolah sehat dan Best Attitude penilaian terhadap perilaku siswa di sekolah yang berlandaskan trias UKS yang meliputi bagaimana melakukan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.

Irwan Panca berharap melalui kegiatan ini dapat memotivasi pembina serta tim pelaksananya dalam melaksanakan program-program yang inovatif. Pemerintah pusat disebut olehnya kebiasaan hidup sehat di sekolah tak berhenti setelah lomba digelar, melainkan terus mendarah daging kepada seluruh warga sekolah sebagai budaya.

“Juara itu bukan hal yang terpenting, tapi memberikan yang terbaik untuk menjaga kesehatan siswa yang paling penting. Sehingga harapan kami program ini dapat terus berlanjut, tidak hanya saat lomba saja,” tegas Irwan. *k23

Komentar