nusabali

Dua Kursi Camat Terisi Orang Baru

  • www.nusabali.com-dua-kursi-camat-terisi-orang-baru

Camat Petang dijabat oleh I Gde Eka Sudarwitha yang sebelumnya menjabat Sekretaris Camat Petang. Camat Kuta dijabat I Nyoman Rudiarta yang sebelumnya Sekretaris Camat Kuta Selatan.

Bupati Lantik 184 Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional

MANGUPURA, NusaBali
Kursi Camat Petang serta Camat Kuta yang kosong akhirnya terisi, Rabu (13/2). Pelantikan dua camat baru oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, tersebut bersamaan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sebanyak 184 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional tertentu di lingkungan Pemkab Badung.

Camat Petang dijabat oleh I Gde Eka Sudarwitha yang sebelumnya menjabat Sekretaris Camat Petang. Sedangkan Camat Petang yang lama Ida Bagus Nata Manuaba telah pensiun pada akhir 2018. Sementara, Camat Kuta kini dijabat oleh I Nyoman Rudiarta yang sebelumnya Sekretaris Camat Kuta Selatan. Camat Kuta terdahulu yakni I Gede Rai Wijaya pensiun pada 2017.

Di samping itu, posisi sekretaris sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga dirombak. Penjabat sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Badung kini ditempati oleh I Nyoman R Karyasa, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Angkutan Dishub Badung; Sekretaris Disdikpora Badung kini dijabat oleh I Made Mandi, yang sebelumnya Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Badung; Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Badung dijabat I Made Widiada, yang sebelumnya Sekretaris Disdikpora Badung; Sekretaris Dinas Sosial sekarang dijabat oleh Bagus Nyoman Wiranata, yang sebelumnya Fungsional Umum pada Dinas Pariwisata Badung; Sekretaris Dinas Perikanan Badung kini dijabat oleh I Wayan Sujana, yang sebelumnya Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Badung; Sekretaris Dinas Kebudayan Badung sekarang I Nyoman Sutama, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Layanan E-Government pada Diskominfo Badung; Sekretaris Dinas PMPTSP Badung dijabat oleh Ida Bagus Ananta Wijaya, yang sebelumnya Kepala Bidang Pembi
naan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal pada Disdikpora Badung, serta Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Badung adalah I Made Mertayasa, yang sebelumnya Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Pangan Badung.

Empat lurah pun diganti pada gelombang mutasi kali ini, di antaranya Lurah Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, kini dijabat oleh I Wayan Sudiana, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Lurah Benoa; Lurah Benoa Kecamatan Kuta Selatan juga diganti oleh I Wayan Karang Subawa, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kantor Camat Kuta Selatan; Lurah Kedonganan, Kecamatan Kuta, dijabat oleh I Kade Laksana, yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Pembangunan pada Kantor Lurah Kedonganan; Lurah Kuta, Kecamatan Kuta dijabat oleh I Ketut Suwana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kecamatan Kuta.

Bupati Giri Prasta mengatakan mutasi jabatan merupakan hal wajar untuk melakukan penyegaran. Namun, selain mutasi untuk promosi jabatan, tidak menutup kemungkinan akan melakukan degradasi terhadap sejumlah jabatan. Degradasi bisa diberlakukan jika para pejabat tidak bekerja maksimal dalam melayani masyarakat sebagaimana pakta integritas yang telah ditandatangani. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar seluruh jajaran ASN di Badung semakin giat bekerja untuk kepentingan melayani masyarakat.

Terkait mutasi dan pengisian pejabat eselon II, Bupati Giri Prasta menegaskan akan dilakukan dalam waktu dekat. Sekarang sedang berproses. “Untuk eselon II, sedang berproses. Saya sudah bersurat kepada ASN untuk meminta rekomendasi. Astungkara di Februari ini sudah rampung semua,” tegas Bupati Giri Prasta.

Di samping itu, dalam rangka meningkatkan kinerja, Bupati Giri Prasta meminta jajaran pejabat mengurangi kegiatan ke luar daerah. Bupati meminta, setiap pejabat yang akan melakukan kunjungan kerja harus mendapat persetujuan langsung dari dirinya.

“Selesaikan dulu program-program kerja, kurangi kunjungan ke luar daerah. Setiap yang mau ke luar daerah harus seizin saya,” tegasnya.

Kalau semua kegiatan sudah diselesaikan dengan baik, selaku Bupati tidak akan melarang para pejabat maupun staf untuk melakukan kunjungan kerja. Bupati Giri Prasta juga meminta hubungan antarpejabata harmonis, jangan sampai ada kelompok-kelompok. “Semuanya harus satu komando,” tandasnya. *asa

Komentar