nusabali

Dibuang Ibunya dari Mobil, Bayi Tewas

  • www.nusabali.com-dibuang-ibunya-dari-mobil-bayi-tewas

Saat bersamaan wanita tersebut melompat melalui pintu sebelah kiri saat mobil melaju dengan kecepatan sedang di Jalan By Pass Sanur.

Ulah Bule Amerika yang Depresi di Jalan By Pass Sanur

DENPASAR, NusaBali
Seorang wanita berkebangsaan Amerika, Nicole Joan, 32, nekat membuang bayinya yang berusia 2,4 bulan dari mobil yang sedang melintas di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan, Senin (19/11) sekitar pukul 21.00 Wita. Tidak hanya itu, Nicole juga nekat melompat dari mobil yang sedang melaju. Akibatnya, sang bayi tewas setelah mendapat perawatan dan ibunya hanya mengalami luka-luka dari kini menjalani perawatan di RS Bali Mandara.

Aksi nekat wanita asal Amerika yang sudah 4 bulan tinggal di Jalan Pacekan No.13, Panestanan Desa Sayan, Ubud, Gianyar berawal ketika dirinya hendak dihantar ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Tuban, Badung pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Kala itu, wisatawan tersebut diantar oleh sopir I Wayan Siaja, 37, dan guidenya, I Made Arimbawa, 47.

Nah, setibanya di terminal keberangkatan, wanita tersebut tampak kebingungan dalam mengurus tiket kepulangannya. Meski demikian, guide dan sopir langanannya langsung pulang dan meninggalkan wanita itu bersama buah hatinya di terminal keberangkatan Internasional. Selang tujuh jam kemudian, secara tiba-tiba Nicole Joan menghubungi kembali sang guide untuk menjemputnya kembali di Bandara lantaran tidak memiliki tiket untuk kepulangannya ke Amerika.

Mendapati pengakuan itu, sang guide bersama sopirnya langsung meluncur dari Ubud ke Bandara. "Setelah mengantar, kami memang langsung balik lagi (ke Ubud). Tapi, setelah itu di hubungi lagi untuk jemput. Sehingga kembali ke Bandara dan pas kami tiba di Bandara, kondisi tamu itu memang terlihat cemas. Seluruh barangnya langsung diangkut lagi ke mobil untuk dibawa ke penginapannya lagi," kata I Wayan Siaja yang dihubungi melalui ponselnya pada Selasa (20/11) sore.

Setelah mengangkut seluruh barang, Wayan Siaja pun langsung tancap gas menuju Ubud. Tapi, dalam perjalanaan sekitar di simpang Dewa Ruci, Kuta, Badung, wisatawan itu mengaku ada koper yang ketinggalan. Sehingga langsung kembali ke Bandara untuk mengambilnya. Nah, setibanya di Terminal keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai itu, wanita tersebut justru menghilang. Kejadian itupun dilaporkan ke petugas keamanan Bandara dan dilakukan pencarian. "Kami memang bolak balik saat itu. Apalagi, pas yang di Bandara dia sempat hilang juga. Kita sampai cari lewat CCTV dan memanggil lewat pengeras suara. Ternyata, dia menyelinap ditempat pemesanan tiket," ungkap Wayan  Siaja.

Setelah itu, Siaja bersama guide serta Nicole dan bayinya langsung bergerak menuju Ubud. Dalam perjalanan sang wisatawan tetap terlihat gelisah. Bahkan, beberapa kali ia meminta untuk menurunkan kaca mobil. Nah, puncaknya pada saat berada di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur tepatnya pertigaan Jalan Danau Tempe (selatan RS Bali Mandara), wanita itu membuang bayi perempuan yang ke jalan raya melalui jendela yang dibuka. Tidak ada yang mengetahui secara pasti aksi tersebut. Hanya saja, Wayan Saija sempat curiga karena pengendara yang dibekakang mengklaksonya secara terus menerus. "Saat di bel terus saya memang tidak curiga. Soalnya kondisi jalanan saat itu memang sedikit macet. Saya tidak peduli dengan klakson dari pengendara lain. Tapi, saya curiga saat tidak ada jeritan sang bayi. Makanya sesekali saya memeriksa lewar kaca," akunya.

Belum sempat memastikan keberadaan sang bayi, Wayan Saija justru dikejutkan dengan alarm pintu yang terbuka. Lantas ia berusaha memeriksa ke belakang. Saat bersamaan wanita tersebut melompat melalui pintu sebelah kiri saat mobil melaju dengan kecepatan sedang. Terkejut melihat aksi itu, ia langsung berhenti mendadak di tengah jalan dan menghentikan laju kendaraan lainnya. Bersama pengendara lain mengevakuasi wanita itu ke Klinik Kimia Farma. Sang sopir dan guidenya baru menyadari jika sang buah hati wanita itu suda tidak ada. Pun saat dicari didalam Mobil tidak ditemukan lagi. "Kalau wisatawan itu melompat setelah lampu merah Mc Donald, Sanur tepat di depan kimia farma atau jaraknya sekitar 4 kilometer dari lokasi buang sang bayi. Kita baru tahu saat periksa semuanya dilokasi lompat Itu. Kemudian kami langsung menghubungi Polsek Densel," katanya.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi TKP dan memeriksa keterangan wanita itu. Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan, ia pun dibawa ke RS Bali Mandara. Petugas Reskrim juga memeriksa keberadaan buah hatinya. Hasil penyelidikan, terungkap bahwa sang buah hati wanita itu ditemukan oleh seorang wanita bernama Yuliana Lestari, 34. Oleh saksi, bayi perempuan yang kondisinya sudah kritis dibawa ke RS Bali Mandara. Namun, nyawa bayi berusia 2,4 bulan tidak berhasil tertolong karena mengalami luka-luka pada tubuhnya. "Bayinya meninggal pukul 02.00 Wita dinihari. Kondisinya memang sudah kritis saat ditemukan itu. Saat ini sang ibu juga masih dalam tahap penanganan medis karena masih diobservasi. Kita belum bisa mintai keterangannya," aku Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Hadi Mastika saat dikonfirmasi terpisah pada Selasa (20/11) sore.

Disisi lain, Wayan Siaja bercerita bahwa wanita asal Amerika tersebut dikenalnya sejak bulan Agustus lalu. Ia sudah 5 kali antar jemput bule ini untuk sekedar memeriksa kehamilan di dokter maupun untuk jalan-jalan. Selama perkenalanannya dengan wisatawan itu, tidak terlihat hal yang menjanggal. Bahkan, wanita tersebut tampak ceria baik di masa kehamilan tua maupun setelah melahirkan.

Namun, pada Senin pagi sebelum kejadian, wisatawan tersebut terlihat murung dan judes. "Selama ini baik mas, ngak ada yang aneh-aneh. Orangnya baik, tapi Senin pagi saat saya jemput itu memang sangat berbeda. Orangnya sangat terbuka kok. Sebelum melahirkan memang sempat curhat soal kekasihnya di Amerika yang tidak mau bertangungjawab. Ya, mungkin itu salah satu alasannya. Kita serahkan ke petugas kepolisian saja," tuturnya seraya mengakui setelah melahirkan dua bulan lalu, kedua orang tua wanita itu mengunjunginya di Ubud, Gianyar. *dar

Komentar