nusabali

Teater Ombak Juarai Lomba Musikalisasi Puisi Edufair Undiknas

  • www.nusabali.com-teater-ombak-juarai-lomba-musikalisasi-puisi-edufair-undiknas

Penyajian musikalisasi dari Teater Ombak SMA Negeri 1 Kuta Utara (Sakura) pada Acoustic Singing Competition Undiknas Denpasar, Senin (22/10) malam benar-benar memukau.

DENPASAR, NusaBali
Mereka terpilih menjadi juara I dalam Lomba Musikalisasi Puisi Edufair Undiknas tingkat SMA/SMK tahun 2018. Padahal ini adalah penampilan pertama kalinya. Teater Ombak beranggotakan I Gede Giri Apriyandika Nugraha (gitar 1), I Gusti Agung Gita Yulandewi (vocal 2), I Wayan Amrita Dharma Darsanam (gitar 2), Nadya Tri Cahyaningsih (vocal 1), dan Ni Luh Manik Swastini sebagai pembaca puisi. Mereka menampilkan puisi berjudul ‘Seusai Gerimis Pagi’, karya Muda Wijaya.

Sang sutradara, Ni Luh Putu Yuni Sartika Dewi bersama pimpinan produksi, Tessalonika Putri Purwita, betul-betul memperhatikan garapan anak-anak Sakura. Mereka menata penampilan meliputi tema puisi, kompisisi pemain, serta penguasaan mik. “Pemahaman serta penjiwaan yang baik terhadap puisi itu mutlak dilakukan, sehingga menjadi musikalisasi berkualitas,” ujar Yuni Sartika.

Teater Ombak menyajikan warna tersendiri. Musik dan puisi seakan menyatu. Pemenggalan puisi yang dibuat menjadi frase, kemudian dijadikan lirik dan nada. Penekanan kata saat baca puisi serta vocal saling menyesuaikan. Membuat suasana penampilan yang pas menjadi tantangan bagi mereka. “Kami merasa degdegan juga. Maklum, ini pentas kami yang pertama. Syukur saja berjalan lancar,” cerita salah satu pemain, Wayan Amrita.

Mereka ingin membangun pertunjukan yang sesungguhnya. Dua orang vokalis yang terkadang membawakan suara 1 dan suara 2 memberikan warna yang lain. Seorang yang bertugas membaca puisi, terkadang ikut menyanyi memperkuat melodi lagu yang ada.

Mereka juga memainkan musik inovatif berupa limbah botol yang tak terpakai. Bukan sekedar tempelan saja, tambahan alat musik limbah tersebut juga mampu mengeluarkan nada disesuaikan dengan nada gitar ataupun tinggi rendah para vokalis. Tidak hanya itu, para pengiring juga tak hanya memainkan gitar, tetapi juga ikut menyanyi. Mereka menyanyi dengan permainan tempo yang atraktif, terkadang keras, lembut, saling menyahut, dan terkadang seirama. Lewat musikalisasi mereka mampu menciptakan suasana seperti dalam puisi itu. *ind

Komentar