nusabali

800 Orang Ikuti Mudik Gratis Bersama Ikawangi Dewata

  • www.nusabali.com-800-orang-ikuti-mudik-gratis-bersama-ikawangi-dewata

Gunakan 15 Bus, Dilepas Langsung Wabup Badung

MANGUPURA, NusaNali
Sekitar 800 orang ikut program mudik Lebaran secara gratis bersama Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata, Minggu (10/6) pagi. Mereka mudik ke Banyuwangi, Jawa Timur dengan naik 15 bus eksekutif bantuan dari Pemkab Badung dan Pemkab Banyuwangi.

Para pemudik Ikawangi Dewata ini berangkat bersama-sama naik bus dari Sentral Parkir, Jalam Raya Kuta, Kecamatan Kuta, Badung, Minggu pagi sekitar pukul 10.30 Wita. Sebelum berangkat, mereka sudah berkumpul sejak pukul 07.00 Wita.  Mudik gratis ini merupakan program Ikawangi Dewata yang sudah berjalan selama 4 tahun. Program ini disupport penuh oleh Pemkab Badung dan Pemkab Banyuwangi.

Acara pelepasan mudik gratis Ikawangi Dewata di Sentral Parkir Kuta, kemarin pagi, dilakukan langsung Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa. Pantauan NusaBali, setiap bus yang angkut pemudik ini dikawal satu orang petugas LLAJ Banyuwangi. Dengan begitu, perjalanan mereka dijamin lancar tanpa ada hambatan.

Menurut Ketua Ikawangi Dewata, Agustinus Winjaya, untuk mudik Lebaran kali ini, 8 unit bus di antaranya disediakan oleh Pemkab Banyuwangi. Sedangkan 7 bus lainnya disiapkan Pemkab Badung. Semua bus yang digunakan merupakan kelas eksekutif. Selain itu, juga dikerahkan 5 unit truk untuk angkut kendaraan roda dua secara gratis.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Banyuwangi dan Pemkab Badung, yang telah mensupport kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi di Bali,” jelas Agustinus Winjaya.

Winjaya mengatakan, meski ini kegiatan mudik gratis, tapi pihaknya berusaha memberikan pelayanan terbaik. “Bus yang digunakan juga bagus, kelas eksekutif. Jumlah penumpang diatur sesuai kapasitas setiap kendaraan,” lanjut Winjaya.

Program mudik gratis ini, kata Winjaya, selain untuk mempererat hubungan antar keluarga Banyuwangi, juga sebagai bagian upaya mendukung program pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah dari pusat hingga daerah menekankan agar perjalanan mudik dapat berlangsung dengan baik tanpa ada hambatan ataupun korban jiwa. "Program pemerintah tentu tidak akan berjalan dengan baik kalau tak ada partisipasi aktif dari masyarakat. Padahal, kini pelayanan pemerintah sudah sangat baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa yang ikut melepas keberangkatan 88 pemudik Ikawangi Dewata, kemarin pagi, menegaskan pemerintah setempat ingin membangun tiga hal. Pertama, solidaritas atar suku dan agama. Kedua, soliditas untuk membangun kekompakan dalam kehidupan ber-Bhinneka Tunggal Ika. Ketiga, sinergitas antar pemerintah, yakni Pemkab Badung dan Pemkab Banyuwangi.

"Kami hadir di sini dengan penuh rasa senang dan bangga untuk bersatu dan bersilaturahim dengan masyarakat asal Banyuwangi. Kami memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat asal Banyuwangi yang tinggal di Bali. Apa yang kami lakukan ini ingin membuktikan bahwa kita benar-benar Pancasilais. Bahwa Pancasila itu bukan sekadar dasar negara, tapi harus kita aplikasika," jelas birokrat asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini.

Di sisi lain, salah seorang pemudik Ikawangi Dewata, Yatimah, mengaku sangat senang dengan sinergitas yang dilakukan Ikawangi Dewatya bersama Pemkab Badung dan Pemkab Banyuwangi. Yatimah sendiri mengaku baru pertama kali mengikuti program mudik gratis ini. Sebelumnya, dia pernah mendengar ada program mudik gratis, tapi kala itu dirinya masih ragu.

"Tahun lalu saya sudah dengar program mudik gratis ini. Tapi, saya saat itu masih sangsi dengan pelayanan. Namun, setelah mendengar cerita dari teman ternyata pelayanan luar biasa, meskipun gratis, akhirnya saya coba ikut tahun ini. Saya lihat busnya ternyata memang besih dan tidak sesak. Pokoknya, sangat nyaman,” ujar perempuan paruh baya yang sudah 5 tahun tinggal di Bali ini. *p

Komentar