nusabali

Ombudsman Bali Minta MBG Prioritaskan di Wilayah Tinggi Stunting

  • www.nusabali.com-ombudsman-bali-minta-mbg-prioritaskan-di-wilayah-tinggi-stunting

DENPASAR, NusaBali - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Bali turut mengawasi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Bali.

Meski tidak ada pengaduan, ORI Bali meminta pelaksanaan program MBG dimulai dari wilayah dengan angka stunting paling tinggi. 

“Awal-awalnya di perkotaan ya, harusnya dikaitkan dengan angka stunting. Kita lihat di mana angka stunting tinggi, sehingga yang menjadi prioritas adalah di daerah tersebut,” kata Kepala ORI Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti, Rabu (20/1). 

Widhiyanti mengatakan daerah pelosok seperti Kubu, Karangasem atau Kintamani, Bangli justru belum mendapat prioritas program MBG. 

Widhiyanti mengemukakan pihaknya juga telah turun ke beberapa SPPG  (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Bali untuk melihat proses dari awal hingga penyajian di meja setiap siswa. “Kalau kita lihat masih kategori wajar, buahnya juga bagus, ada yang pakai anggur, lengkeng,” ucapnya. 

Widhiyanti menyebut, setiap SPPG memiliki keunikan masing-masing. Meskipun seluruhnya memiliki ahli gizi, namun peran koki masak juga sangat berpengaruh. 

Beberapa SPPG memiliki koki mantan chef restoran, sehingga menu yang disediakan lebih bervariasi dan menggugah selera. 

Sejak diluncurkan secara nasional pada Januari 2025, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bali baru menyasar 275.127 dari target 1.049.967 penerima manfaat.

Hal itu diungkap Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, pada 7 November 2025 lalu. 

“Dari target 1.049.967 penerima manfaat, baru tercapai 275.127 orang. Targetnya seluruh dapur beroperasi penuh pada Februari 2026,” ujar Tigor. 

Tigor juga menyampaikan percepatan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bali sudah 30 persen berjalan. SPPG di Klungkung telah menunjukkan kemajuan dengan 4 dapur dalam pembangunan, 1 dalam survei, dan 110 dapur sudah beroperasional di Bali. Kehadiran SPPG diharapkan mampu mempercepat pencegahan kekurangan energi kronis (KEK) dan stunting melalui pola asuh 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD). 7 adi 

Komentar