nusabali

Bupati Adi Arnawa Dorong Percepatan Jalan Lingkar Selatan

  • www.nusabali.com-bupati-adi-arnawa-dorong-percepatan-jalan-lingkar-selatan

MANGUPURA, NusaBali - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa kembali menegaskan komitmennya menangani persoalan kemacetan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan.

Orang nomor satu di Gumi Keris itu menaruh perhatian besar pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan, khususnya proyek strategis Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang disiapkan sebagai tulang punggung baru mobilitas kawasan Badung Selatan.

“Kemacetan kini hampir terjadi di seluruh wilayah Badung, khususnya kawasan destinasi wisata. Ini dampak dari tingginya kunjungan wisatawan yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas infrastruktur jalan,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Menurutnya, masifnya arus wisatawan ke Badung Selatan menuntut kehadiran jalur alternatif yang mampu mengurai kepadatan lalu lintas di ruas-ruas jalan utama. Pembangunan JLS diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang, tidak hanya untuk memperlancar arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan konektivitas antar wilayah, mempercepat mobilitas wisatawan dan masyarakat, serta memperlancar distribusi logistik. Keberadaan JLS juga diyakini mampu mendorong investasi, membuka akses desa wisata baru, serta menggerakkan potensi ekonomi dan seni budaya lokal.

Sebagai bentuk keseriusan pada Rabu (21/1) Dinas PUPR Badung melaksanakan sosialisasi lanjutan pengadaan lahan untuk tiga fase akhir JLS, yakni ruas Pedati-Pantai Balangan-Jimbaran, yang digelar di Aula Kantor Camat Kuta Selatan. Penyelesaian tahap ini diharapkan menjadi pintu masuk dimulainya pembangunan fisik JLS pada 2026-2027.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, mengatakan sosialisasi dilakukan kepada pemilik lahan di tiga trase tersebut. Ia mengungkapkan, pada 2025 lalu proses pengadaan sempat tertunda karena sebagian pemilik lahan belum teridentifikasi, sehingga diperlukan penyesuaian trase sesuai penetapan lokasi.

“Pada 2026 kami kembali mengundang seluruh pemilik lahan, baik yang sudah maupun yang belum terukur. Secara umum mereka menyatakan setuju dan telah menandatangani surat pernyataan persetujuan rencana pembangunan tiga trase Jalan Lingkar Selatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar lahan di ruas tersebut berada di kawasan Bali Pecatu Graha dan Jimbaran Hijau yang secara prinsip mendukung penuh program pemerintah. Tahap berikutnya tim akan melakukan setting out ulang mulai pekan depan, dimulai dari Pedati, Pantai Balangan hingga Jimbaran, sebelum dilanjutkan pengukuran oleh BPN, penilaian appraisal, serta musyawarah ganti untung.

“Sesuai arahan pimpinan pada 19 Januari 2026, pembayaran kepada masyarakat ditargetkan tuntas pada April 2026, sehingga pembangunan fisik tidak terhambat,” tegasnya.

Jika seluruh proses pada trase ketiga ini tuntas, maka pengadaan tanah segmen empat JLS akan mencapai 100 persen. Trase final ini akan menghubungkan Pecatu hingga Jimbaran dengan panjang sekitar 12 kilometer, dari kawasan Pecatu Suluban sampai Jalan Raya Karang Mas Sejahtera.

Ke depan, Jalan Raya Karang Mas Sejahtera dirancang sebagai salah satu akses keluar JLS. Namun demikian, pemerintah juga menyiapkan skema koneksi lanjutan agar tidak memunculkan titik kemacetan baru. “Kalau seluruh arus diarahkan ke Simpang Kali, kemacetan baru bisa terjadi. Karena itu, akan kami tembuskan ke Jalan Kampus Udayana,” tambahnya. @ ris

Komentar