Tiga Pura di Nusa Penida Rusak Parah
Angin kencang menerbangkan atap bale piasan hingga hancur.
SEMARAPURA, NusaBali
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan tiga pura di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, rusak parah. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 1,23 miliar. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, mengatakan tiga pura yang terdampak cuaca ekstrem yakni Pura Ulun Danu Penida di Dusun Penida, Desa Sakti, Pura Paibon Bujangga Waisnawa di Dusun/Desa Sakti, dan Pura Segara di Dusun Prapat, Desa Ped.
Kerusakan paling parah terjadi di Pura Ulun Danu Penida akibat dihantam angin kencang dan hujan deras yang berlangsung cukup lama. Bangunan suci mengalami kerusakan, di antaranya candi bentar, panyengker, tembok pura, bale piasan, Palinggih Taksu, Palinggih Betara Lingsir, pemaruman, apit lawang, Gedong Pengayengan, dan Palinggih Semer. Taman dan Palinggih Surya juga terdampak. “Hasil assessment kami bersama Camat Nusa Penida, total kerugian di pura ini diperkirakan mencapai Rp 838 juta,” kata Widiada, Rabu (21/1).
Masih di wilayah Desa Sakti, Pura Paibon Bujangga Waisnawa juga mengalami kerusakan parah. Satu unit bale piasan dilaporkan roboh akibat cuaca ekstrem. Angin kencang menerbangkan atap bale piasan hingga hancur. Kerugian material di Pura Paibon Bujangga Waisnawa ditaksir sekitar Rp 150 juta. “Pasca kejadian, pangempon pura bersama warga melakukan pembersihan material bangunan yang sudah hancur,” jelas Widiada. Sementara kerusakan di Pura Segara di Dusun Prapat, Desa Ped, dipicu tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 02.30 Wita.
Kelian Pura Segara, I Wayan Darma, mengatakan longsor mengakibatkan empat palinggih roboh. Masing-masing Gedong Penunasan, Palinggih Surya, padmasana, Sapta Patala, dan Palinggih Panglurah. Bencana dipicu hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur kawasan pesisir dengan struktur tanah pasir yang labil. Debit air yang tiba-tiba besar dari hulu menggerus dasar pura hingga membuat empat bangunan roboh. Kerugian di Pura Segara ditaksir mencapai Rp 250 juta. “BPBD Klungkung sudah ke lokasi melakukan assessment. Bapak Bupati Klungkung juga segera datang meninjau. Kami berharap bisa segera dibangun kembali agar umat dapat melaksanakan persembahyangan seperti sebelumnya,” harap Darma.
Widiada mengingatkan cuaca ekstrem masih berpotensi menimbulkan bencana susulan, terutama di wilayah pesisir dan kawasan dengan kestabilan tanah rendah. “Kami mengimbau masyarakat maupun pangempon pura agar tetap waspada, khususnya di lokasi rawan longsor,” ujar Widiada. Saat ini BPBD Klungkung masih melakukan pendataan dan pengamanan di lokasi-lokasi terdampak. Aktivitas di area pura yang mengalami kerusakan sementara dibatasi sambil menunggu penanganan lebih lanjut. 7 gik
Komentar