Angin Kencang Tumbangkan Kelapa, Rumah Warga Paksebali Rusak Parah
SEMARAPURA, NusaBali.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah warga di Banjar Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, Rabu (21/1/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WITA.
Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan parah pada bagian kamar tidur, dapur, serta pelinggih kemulan milik I Dewa Made Wirta, 57.
Pemilik rumah mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar suara benturan keras dari arah belakang rumahnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, meski saat kejadian ada anggota keluarga yang sedang tertidur di dalam kamar yang tertimpa pohon.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan pohon kelapa yang berada di sekitar pekarangan rumah diduga tidak mampu menahan terpaan angin kencang setelah wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi hampir sepanjang hari.
“Tidak ada yang sampai terluka. Pohon kelapa masih tertahan atap yang sudah ringsek, sementara bagian tembok roboh setengah,” ujar Iptu Purnawibawa saat dikonfirmasi, Rabu (21/1).
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klungkung dan diterima petugas sekitar pukul 06.00 WITA. Selanjutnya, TRC BPBD Klungkung tiba di lokasi pada pukul 06.45 WITA dan langsung melakukan penanganan dengan memotong serta mengevakuasi pohon kelapa yang menimpa bangunan rumah warga.
Dalam proses evakuasi, BPBD Klungkung mengerahkan satu unit mobil rescue operasional lengkap dengan gergaji mesin, dibantu oleh masyarakat setempat. Sekitar pukul 07.00 WITA, pohon tumbang berhasil dievakuasi dan lokasi kejadian dinyatakan bersih serta aman.
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, menyampaikan kerugian materiil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta, terutama akibat kerusakan pada bangunan rumah dan pelinggih kemulan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang dan bencana lainnya, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi,” tegas Putu Widiada. *gik
Pemilik rumah mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar suara benturan keras dari arah belakang rumahnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, meski saat kejadian ada anggota keluarga yang sedang tertidur di dalam kamar yang tertimpa pohon.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan pohon kelapa yang berada di sekitar pekarangan rumah diduga tidak mampu menahan terpaan angin kencang setelah wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi hampir sepanjang hari.
“Tidak ada yang sampai terluka. Pohon kelapa masih tertahan atap yang sudah ringsek, sementara bagian tembok roboh setengah,” ujar Iptu Purnawibawa saat dikonfirmasi, Rabu (21/1).
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klungkung dan diterima petugas sekitar pukul 06.00 WITA. Selanjutnya, TRC BPBD Klungkung tiba di lokasi pada pukul 06.45 WITA dan langsung melakukan penanganan dengan memotong serta mengevakuasi pohon kelapa yang menimpa bangunan rumah warga.
Dalam proses evakuasi, BPBD Klungkung mengerahkan satu unit mobil rescue operasional lengkap dengan gergaji mesin, dibantu oleh masyarakat setempat. Sekitar pukul 07.00 WITA, pohon tumbang berhasil dievakuasi dan lokasi kejadian dinyatakan bersih serta aman.
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, menyampaikan kerugian materiil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta, terutama akibat kerusakan pada bangunan rumah dan pelinggih kemulan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang dan bencana lainnya, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi,” tegas Putu Widiada. *gik
Komentar