Empat SD di Buleleng Masuk Kajian Regrouping
SINGARAJA, NusaBali - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng mulai mengkaji wacana regrouping atau penggabungan sekolah dasar (SD). Saat ini, empat SD telah masuk dalam tahap pemetaan awal untuk dikaji lebih lanjut.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, Rabu (21/1), mengatakan pemetaan difokuskan pada sekolah-sekolah yang lokasinya saling berdekatan, berada dalam satu jalur atau satu wilayah banjar, serta memiliki jumlah siswa relatif sedikit.
“Kami sudah mulai memetakan sekolah-sekolah yang berdekatan dan muridnya tidak banyak. Akses masyarakat tetap kami perhatikan agar tidak menjadi terlalu jauh,” ujar Surya Bharata.
Menurut Surya Bharata, kajian regrouping dilakukan seiring dengan masih belum terpenuhinya kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah. Regrouping dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk pemerataan guru.
“Selama SDM belum terpenuhi, regrouping kami upayakan. Tenaga pendidik nantinya akan diarahkan untuk memenuhi sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru,” imbuh dia.
Ia menegaskan, kajian ini masih bersifat awal karena akan berdampak pada penempatan guru baru serta pola penugasan ke depan. Oleh karena itu, Disdikpora masih melakukan pemetaan secara cermat sebelum mengambil keputusan.
“Ini masih dalam proses kajian dan pemetaan. Dampaknya cukup luas, terutama terkait penempatan guru,” jelas Surya Bharata.
Empat SD yang masuk dalam pemetaan sementara tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Tejakula, Banjar, dan Seririt. Disdikpora Buleleng memastikan kebijakan regrouping, jika diterapkan, akan tetap mengutamakan kepentingan peserta didik dan kemudahan akses bagi masyarakat.7 lik
Komentar