nusabali

Nihil LSD, Tabanan Awasi Ketat Perbatasan

  • www.nusabali.com-nihil-lsd-tabanan-awasi-ketat-perbatasan

SINGASANA, NusaBali - Kabupaten Tabanan hingga kini masih terbebas dari kasus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit benjol pada sapi. Meski demikian, kewaspadaan terus diperketat, terutama di kecamatan yang berbatasan langsung dengan daerah yang telah terkonfirmasi kasus LSD.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan drh I Gede Parta Ariana, menegaskan belum ditemukan kasus LSD di seluruh wilayah Tabanan. Namun, mengingat jarak dengan titik kasus terdekat sekitar 50 kilometer, sejumlah wilayah ditetapkan sebagai zona surveilans. “Tabanan masih nihil kasus. Meski begitu, beberapa wilayah kami masukkan zona pemantauan untuk antisipasi,” ujarnya, Rabu (21/1).

Upaya pencegahan dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan dini kepada peternak, termasuk memperketat pengawasan lalu lintas ternak. Peternak diimbau tidak mendatangkan bibit sapi dari daerah berisiko, khususnya dari Kabupaten Jembrana dan wilayah lain yang sudah terdampak LSD. “Kami tekankan agar peternak tidak sembarangan memasukkan sapi dari luar daerah. Pengawasan lalu lintas ternak menjadi kunci utama pencegahan,” tegasnya.

Beberapa kecamatan seperti Selemadeg Barat dan Pupuan juga masuk dalam pantauan intensif. Kendati demikian, hingga saat ini kondisi ternak di wilayah tersebut masih terpantau aman dan tidak menunjukkan gejala mengarah ke LSD.

Dari sisi populasi, jumlah ternak sapi di Tabanan tercatat mengalami penurunan. Saat ini populasi sapi sekitar 31.007 ekor, atau turun sekitar 7.000 ekor. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh menurunnya minat masyarakat beternak sapi potong dan beralih ke usaha jasa pertanian seperti pengolahan lahan dan jasa traktor.

Terkait vaksinasi, Parta Ariana menyebutkan bahwa vaksin LSD sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. "Arahan untuk vaksinasi LSD ini dari pusat, ke kita belum ada arahan. Karena sejauh ini laporan dari kecamatan belum ada terkait LSD," tegasnya. 

Sementara itu untuk penanganan kesehatan terhadap ternak sapi ini Dinas Pertanian Tabanan masih menggencarkan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga masih menjadi perhatian. Untuk PMK, Tabanan mendapat kuota 1.080 dosis vaksin di tahun 2026 yang direncanakan diberikan pada Januari ini.

“Saat ini stok vaksin masih kosong. Kami menunggu kiriman dari pusat. Jika sudah tersedia, vaksinasi PMK akan kembali dilanjutkan,” jelasnya.

Apabila vaksin telah diterima, vaksinasi akan diprioritaskan di kecamatan yang masuk zona surveilans. “Penanganan LSD berbeda dengan PMK. Untuk LSD, kebijakan dan vaksinasi sepenuhnya dari pemerintah pusat,” tandasnya.7des

Komentar