Populasi Sapi di Karangasem Turun Drastis
Pasar Hewan
Populasi Sapi
LSD (lumpy skin disease)
PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)
Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan
I Made Sugiarta
AMLAPURA, NusaBali - Populasi sapi di Karangasem mengalami penurunan secara drastis. Dari sebelumnya tahun 2022 mencapai 133.626 ekor dan tahun ini hanya 78.415 ekor.
"Pendataan sebelumnya kurang akurat, setelah dilakukan vaksinasi sapi, data sapi lebih akurat sehingga tercatat 78.415 ekor," jelas Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem I Made Sugiarta di Amlapura, Selasa (20/1).
Data populasi sapi sebelumnya, kata dia, berdasarkan sensus dari BPS (Badan Pusat Statistik). Misalnya, tahun 2021 mencapai 133.594 ekor, tahun 2022 sebanyak 133.626 ekor, tahun 2023 sebanyak 83.000 ekor.
Dari perbandingan populasi itu, terlihat terjadi penurunan populasi secara drastis. Kadis I Made Sugiarta mengakui terjadi penurunan, tetapi tidak sebanyak itu. Penurunan populasi sapi banyak penyebabnya, saat erupsi Gunung Agung tahun 2017, banyak sapi dijual murah dan banyak sapi yang ditinggal pemiliknya hingga mati.
Di samping itu, sekitar tahun 2024-2025, ada serangan PMK (penyakit mulut dan kuku) mempengaruhi populasi. Sebab, banyak sapi yang mati kena penyakit itu. "Tetapi tidak sedrastis itu penurunannya. Sebab, pendataan sebelumnya kurang akurat, setelah di tahun 2025 dilakukan vaksinasi sapi maka datanya lebih akurat karena petugas terjun langsung ke lapangan," tambahnya.
Populasi sapi hingga Januari 2026, untuk sapi jantan 25.842 ekor dan sapi betina 52.573 ekor, total 78.415 ekor. Populasi terbanyak di Kecamatan Kubu sebanyak 22.218 ekor, Kecamatan Rendang 18.282 ekor, disusul, Kecamatan Karangasem sebanyak 9.804 ekor, Kecamatan Abang sebanyak 7.097 ekor, Kecamatan Manggis 7.081 ekor, Kecamatan Bebandem sebanyak 6.393 ekor, Kecamatan Selat sebanyak 3.921 ekor dan Kecamatan Sidemen 3.619 ekor.
Kata Sugiarta, bisa saja nanti populasi akan menurun mengingat adanya ancaman penyakit LSD (lumpy skin disease). LSD merupakan penyakit kulit berbenjol berupa virus yang menyerang sapi dan kerbau. Walaupun terjadi ancaman virus itu, tetapi aktivitas di pasar hewan di Karangasem tetap berjalan normal, salah satunya di Pasar Hewan Desa/Kecamatan Bebandem.7ntr
Komentar