nusabali

Setahun, RSJ Bangli Tangani 1.670 ODGJ

  • www.nusabali.com-setahun-rsj-bangli-tangani-1670-odgj

Keseluruhan pasien ini berasal dari seluruh Bali dan beberapa dari mancanegara.

BANGLI, NusaBali
Sepanjangan tahun 2025, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Shanti Mahottama, Provinsi Bali di Bangli menangani 1.670 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Jumlah ini didominasi pasien pria 1.048 orang. Dari hasil diagnosa, para penderita terbanyak jenis Hebephrenic Schizophrenia alias bicara ngelantur dan perilaku aneh.

Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Shanti Mahottama Bangli dr Ni Wayan Murdani menjelaskan dari pencatatan 1 Januari - 31 Desember 2025, RSJ ini menangani 1.670 orang, dengan rincian 1.048 pasien pria dan 622 pasien perempuan. 

Keseluruhan pasien ini berasal dari seluruh Bali dan beberapa dari mancanegara. Namun, pasien asal mancanegara ada beberapa saat musim liburan. "Kalau pasien yang dirawat di RSJ ini jangka waktunya relatif. Ada yang 3 - 7 hari, ada juga dari 1 - 2 bulan, sehingga kapasitas tempat tidur selalu ada," ungkapnya, Selasa (20/1).

Lebih jauh diuraikannya, kapasitas di RSJ Bangli terdiri dari 330 tempat tidur, karena kondisi pasien yang keluar -masuk. Pasien yang bisa keluar dari RSJ rata - rata pasien gangguan ringan dengan penanganan dan penyembuhan relatit cepat. 

Terkait diagnosa para pasien, dr Murdani mengaku dominan Hebephrenic Schizophrenia alias bicara ngelantur dan prilaku aneh dengan total 462 orang. "Memang ada juga diagnosa lainnya, tapi ini kondisi ini yang paling banyak kami tangani," urai dr Murdani.

Dominan ke dua, lanutnya, Paranoid Schizophrenia 285 orang, disusul Schizoaffective Disorder Manic Type 108 orang, Other Specified Mental Disorders Due to Brain Damage and Dysfunction and to Physical Diseas 62 orang, Acute Schizophrenia-like Psychotic Disorder 56 orang, Mental and Behavioural Disorders Due to Use of Other Stimulants, Including Caffeine, Unspecified Mental and Behavioural Disorder 52 orang, Unspecified Dementia 50 orang, Non-insulin-dependent Diabetes Mellitus Without Complications 39 orang, Severe Mental Retardation, Significant Impairment of Behaviour Requiring Attention or Treatment 37 orang. "Kemudian yang terakhir itu ada Essential (primary) Hypertension 25 orang. Ada 10 diagnosa ini terbanyak kami tangani sepanjang tahun 2025," bebernya.

Jelas dr Murdani, di RSJ ini ada dokter spesialis, dokter umum, perawat, petugas penunjang medis lainnya yang menangani pasien di ruang rawat inap, yakni 286 orang. Rata rata petugas yang jaga pasien, 18 - 23 per ruangan. Para petugas inilah yang memberikan perawatan dan penanganan intensif kepada pasien hingga mereka keluar dari RSJ. 

Sementara, terkait biaya yang dibayarkan oleh pihak penanggung jawab pasien, tergantung dari kepesertaannya. Jika memiliki jaminan kesehatan (JKN/BPJS) aktif, maka pasien akan ditanggung BPJS. Jika tidak memiliki atau memilih umum berbayar, maka dikenakan sesuai dengan tarif yang ditetapkan. "Sampai saat ini petugas masih mencukupi untuk mengakomodir pasien yang dirawat di RSJ," pungkasnya.7dar

Komentar