Antisipasi Cuaca Ekstrem Pohon Rawan di Jalur Singaraja–Gilimanuk Dirapikan
SINGARAJA, NusaBali - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur TNI dan Polri melakukan pemangkasan pohon perindang di jalur nasional Singaraja–Gilimanuk.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu pohon tumbang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pemangkasan menyasar pohon-pohon yang dinilai rawan berdasarkan hasil asesmen bersama BPBD dan Balai Jalan Nasional. Terakhir menyasar sebatang pohon di pinggir jalan nasional wilayah Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng pada Senin (19/1).
Petugas memangkas empat pohon, masing-masing satu pohon gamal berdiameter sekitar 30 sentimeter, dua pohon intaran berdiameter sekitar 60 sentimeter, serta satu pohon waru berdiameter sekitar 90 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa Selasa (20/1), mengatakan kegiatan perapian pohon merupakan tindak lanjut rekomendasi Balai Jalan Nasional. Sejumlah pohon di jalur utama dinilai cukup riskan patah maupun tumbang saat angin kencang dan hujan lebat.
“Dari asesmen Balai Jalan, ada pohon yang masuk kategori cukup riskan. Koordinasi lintas sektor sudah berjalan baik sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain di Seririt, BPBD Buleleng juga melakukan penanganan di beberapa titik rawan lainnya di wilayah Temukus, Banjar, dan Dencarik. Pelaksanaan pemangkasan kini lebih intens, karena cuaca ekstrem berisiko tinggi. Pemangkasan yang biasanya dipilih pada hari libur untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas, kini juga dikerjakan saat hari efektif kerja.
BPBD juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan pemangkasan pohon di sekitar pemukiman agar berkoordinasi melalui pemerintah desa setempat. Setelah dilakukan asesmen, BPBD siap membantu pekerjaan lapangan, terutama yang tergolong berat.
Seiring meningkatnya intensitas cuaca ekstrem, BPBD memetakan sejumlah wilayah dataran tinggi di Buleleng sebagai daerah rawan bencana, di antaranya Kecamatan Sukasada, Banjar, dan Kubutambahan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak pohon tumbang hingga tanah longsor.
“Mitigasi terus kami perkuat dengan kolaborasi bersama TRC, DLH, PUTR, Damkar, TNI-Polri, pemerintah kecamatan hingga desa,” tandas mantan Camat Tejakula itu.7 lik
Komentar