nusabali

Rekayasa Lalin di Kerobokan Kelod Hasilnya Signifikan, Pangkas Waktu Tempuh hingga 78 Persen

  • www.nusabali.com-rekayasa-lalin-di-kerobokan-kelod-hasilnya-signifikan-pangkas-waktu-tempuh-hingga-78-persen

MANGUPURA, NusaBali - Rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan hasil signifikan.

Berdasarkan hasil pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, kinerja jaringan jalan mengalami peningkatan signifikan, khususnya pada aspek waktu tempuh dan kecepatan kendaraan.
Sebelum penerapan rekayasa lalu lintas, waktu tempuh rata-rata tercatat sekitar 19,8 menit. Namun setelah diberlakukan sistem satu arah, waktu tempuh turun drastis menjadi 4,93 menit. Sementara itu, kecepatan rata-rata kendaraan yang sebelumnya hanya 7,35 km per jam melonjak menjadi 39,9 km per jam atau 5 kali lipat.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang ditemui di Kantor Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (20/1), menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Badung atas pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut. Ia menegaskan, sesuai rencana, uji coba rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod akan dilanjutkan hingga 14 Februari mendatang. “Secara keseluruhan, penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan peningkatan kinerja jaringan jalan yang signifikan, khususnya dalam hal efisiensi waktu tempuh dan peningkatan kecepatan perjalanan, meskipun terdapat penurunan nilai aksesibilitas yang perlu menjadi perhatian dalam tahap evaluasi lanjutan,” ujar Adi Arnawa.

“Ini bentuk komitmen serius kami Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan ini. Saya harapkan masyarakat mengikuti dan mulai terbiasa dengan rekayasa ini, demi kenyamanan dan ketertiban kita bersama,” tegas Adi Arnawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menjelaskan, pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM merupakan proses perencanaan, analisis, dan simulasi transportasi pada tingkat makroskopis atau skala wilayah. Pemodelan ini digunakan untuk melihat dampak kebijakan lalu lintas secara menyeluruh.

Yuda Darma menyebutkan, hasil pemodelan menunjukkan waktu tempuh perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan yang sangat signifikan. “Waktu tempuh perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan yang signifikan, dengan persentase penurunan sebesar 78,33 persen dibandingkan kondisi sebelum rekayasa,” jelasnya.

Selain itu, kecepatan kendaraan juga mengalami peningkatan tajam, meski disertai penurunan aksesibilitas jaringan. “Kecepatan rata-rata perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 442,86 persen dibandingkan kondisi sebelum rekayasa. Aksesibilitas jaringan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan sebesar 14,06 persen dibandingkan kondisi sebelum rekayasa yang menunjukan jarak tempuh semakin meningkat,” tegas Yuda Darma.@ind

Komentar