nusabali

Nelayan Pantai Selatan Tabanan Hentikan Aktivitas Melaut

  • www.nusabali.com-nelayan-pantai-selatan-tabanan-hentikan-aktivitas-melaut

SINGASANA, NusaBali.com — Cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang tinggi melanda perairan Pantai Selatan Tabanan. Kondisi ini membuat nelayan memilih meningkatkan kewaspadaan dengan mengamankan jukung serta menghentikan sementara aktivitas melaut demi keselamatan.

Nelayan di Pantai Pasut, Desa Tibu-Tibu, Kecamatan Kerambitan, sejak Senin (19/1/2026) sore telah memindahkan jukung dan alat tangkap ke dataran yang lebih tinggi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jukung tersapu gelombang laut yang diperkirakan mencapai ketinggian hingga 4 meter.

Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi angin kencang dan gelombang tinggi diprediksi masih akan berlangsung hingga Jumat (23/1). Situasi ini dinilai cukup berisiko bagi nelayan kecil yang menggunakan jukung tradisional.

Tokoh masyarakat Banjar Pasut yang juga anggota DPRD Tabanan, I Ketut Arsana Yasa alias Sadam, mengatakan proses pengamanan jukung dilakukan secara gotong royong oleh para nelayan.

“Kemarin sore jukung sudah diamankan ke tempat yang lebih tinggi. Semua nelayan bergotong royong memindahkan,” ujarnya, Selasa (20/1).

Ia menegaskan, nelayan dilarang melaut sementara waktu karena kondisi cuaca dinilai sangat berbahaya. Kecepatan angin pasca bulan mati disebut cukup ekstrem dan berpotensi membalikkan jukung dalam waktu singkat.

“Saya sudah sampaikan melalui kelompok nelayan agar untuk sementara tidak melaut demi keselamatan,” tegasnya.

Langkah serupa juga dilakukan oleh nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. Para nelayan memilih menepi dan mematuhi imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar tidak melaut selama cuaca buruk masih berlangsung.

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Yeh Gangga, I Made Wita, mengatakan selain menghentikan aktivitas melaut, nelayan juga mengantisipasi risiko jukung hanyut dengan memindahkan jukung beserta mesin ke area parkir yang lebih aman di sisi utara pantai.

“Patroli rutin siang dan malam juga kami lakukan untuk memastikan jukung dan alat tangkap aman,” ujarnya.

Di Pantai Yeh Gangga tercatat sekitar 100 orang nelayan, terdiri atas 40 nelayan pesisir dan 60 nelayan penangkap ikan di tengah laut.

“Saat ini seluruh nelayan sudah mengikuti imbauan dan menghentikan aktivitas melaut,” tandasnya. *des

Komentar