nusabali

Pohon Tumbang Timpa Kendaraan Pick Up

Jalur Denpasar - Gilimanuk Sempat Lumpuh

  • www.nusabali.com-pohon-tumbang-timpa-kendaraan-pick-up
  • www.nusabali.com-pohon-tumbang-timpa-kendaraan-pick-up
  • www.nusabali.com-pohon-tumbang-timpa-kendaraan-pick-up

NEGARA, NusaBali - Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Jembrana, Minggu (18/1) sore. Kondisi ini memicu terjadinya pohon tumbang di Jalur Umum Denpasar - Gilimanuk, tepatnya di Lingkungan Biluk Poh, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo.

Sebuah dahan pohon jenis Angsana patah dan menimpa sebuah mobil pick up yang tengah melintas dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas. Berdasarkan data yang dihimpun NusaBali, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WITA. Mobil pick up bernomor polisi DK 8010 WG yang dikemudikan oleh Habil Halimi,62, warga Banjar Air Kuning, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, tertimpa dahan pohon berukuran besar saat melaju dari arah barat. Meski bagian depan kendaraan tidak mengalami kerusakan fatal. Namun, muatan ikan yang dibawa korban berserakan di jalanan. Pengemudi dilaporkan selamat tanpa mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra menjelaskan bahwa pohon jenis Angsana sepanjang 20 meter tersebut roboh ke arah utara dan menutupi seluruh badan jalan. Dampaknya, kemacetan panjang mencapai satu kilometer terjadi di kedua arah. "Tim TRC Regu I bersama unsur Polsek Mendoyo segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dahan pohon," ujarnya.

Proses evakuasi dahan pohon rampung dilaksanakan pada pukul 18.35 Wita setelah petugas bergotong-royong memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin. Selain menimpa kendaraan, dahan pohon juga merusak jaringan kabel WiFi dan menyentuh tembok SDN 2 Tegal Cangkring. "Kerugian materiel akibat rusaknya muatan ikan diperkirakan mencapai Rp 10 juta," ucap Agus Artana. 

Agus Artana menyatakan, sperti yang diprakirakan BMKG, cuaca ektrem masih berpotensi terjadi hingga bulan Maret nanti. Karen itu, ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. "Kami mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada, terutama saat melintasi jalur yang banyak pohon perindang di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini," ujarnya.7ode

Komentar