nusabali

Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Longsor

  • www.nusabali.com-hujan-deras-dan-angin-kencang-picu-longsor

SINGASANA, NusaBali - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah bencana di Kabupaten Tabanan, Minggu (18/1) malam. Dua kejadian berbeda terjadi dalam waktu berdekatan, yakni pohon tumbang di Kecamatan Pupuan dan tembok longsor di Kecamatan Penebel, sama-sama menutup akses jalan.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 19.30 WITA di Banjar Dinas Suradadi, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan. Dua pohon jenis jaka atau enau tumbang dan menutup seluruh badan jalan raya sehingga arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan total.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan langsung menerjunkan personel Pusdalops ke lokasi untuk melakukan penanganan. Setelah dilakukan pemotongan dan pembersihan, arus lalu lintas kembali normal.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengatakan, tumbangnya pohon enau tersebut dipicu kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pupuan sejak sore hari. “Pohon tumbang menutup seluruh badan jalan dan sempat menyebabkan kemacetan. Penanganan langsung dilakukan oleh tim gabungan hingga jalan kembali bisa dilalui,” ujarnya, Senin (19/1).

Selang beberapa jam kemudian, bencana longsor kembali terjadi sekitar pukul 21.55 WITA di jalur Subamia–Ambal Ambal menuju Riang, Kecamatan Penebel. Sebuah tembok longsor dan menutup setengah badan jalan. Tim TRC BPBD Tabanan turun melakukan asesmen pada pukul 22.10 Wita hingga 23.00 WITA.

Menurut Trisna Widiatmika, longsornya tembok disebabkan hujan deras yang membuat kondisi tanah menjadi labil. Penanganan sementara dilakukan dengan pembersihan manual agar akses jalan bisa dibuka. “Untuk sementara sepeda motor sudah bisa melintas. Penanganan lanjutan akan dikoordinasikan dengan Dinas PUPR,” jelasnya.

Dalam dua kejadian tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa. BPBD Tabanan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, mengingat potensi pohon tumbang dan longsor masih tinggi, khususnya di wilayah perbukitan seperti Pupuan dan sekitarnya.7 des

Komentar