nusabali

Sampah Kayu ‘Banjiri’ Pesisir Badung Selatan

Pengelola Pantai Jerman Sebut Tahun Ini Terparah

  • www.nusabali.com-sampah-kayu-banjiri-pesisir-badung-selatan

Untuk mempercepat proses pembersihan, DLHK Badung telah menurunkan 2 unit alat berat jenis loader yang sejak beberapa hari terakhir sudah disiagakan di lokasi

MANGUPURA, NusaBali
Fenomena sampah kiriman kembali menumpuk di pesisir selatan Badung. Kali ini, tumpukan sampah dalam volume besar menepi di Pantai Jerman, Kecamatan Kuta. Pengelola menyebut kondisi ini sebagai yang terparah dalam puluhan tahun terakhir. Sementara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung mencatat, sampah yang menumpuk didominasi kayu berukuran besar dengan estimasi mencapai ratusan ton dan kini sedang ditangani menggunakan alat berat.

Pengelola Pantai Jerman, I Ketut Werka mengatakan sampah kiriman sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal Desember 2025 lalu. Namun, volume besar baru tampak jelas di perairan dalam beberapa hari terakhir dan pada Sabtu (17/1) mulai terdorong arus hingga menepi ke pinggir pantai.

“Sejak awal Desember itu sudah ada sampah kiriman, tapi yang paling ekstrem baru kemarin (Sabtu) terlihat di perairan, dan hari ini baru benar-benar menepi. Ini luar biasa, seperti lautan sampah. Selama puluhan tahun, baru kali ini saya melihat kondisi seperti ini,” ungkap Werka, Minggu (18/1). 

Ia mengungkapkan sampah yang menepi didominasi material kayu berukuran besar, diduga berasal dari kiriman sejumlah sungai yang bermuara ke laut. Adapun sebaran sampah kiriman terpantau mulai dari sekitar kawasan Patung Triratna Amreta Bhuwana ke arah utara, dengan panjang kurang lebih 300 meter. Werka menambahkan, pada Sabtu (17/1) jumlah tersebut belum seluruhnya, karena pada Sabtu pagi masih banyak sampah yang terlihat mengapung di tengah laut dan belum terdorong ke daratan. 

Namun dari pantauan di lapangan, pada Minggu (18/1) siang sampah kiriman yang didominasi kayu telah menepi ke pesisir laut. Terkait penanganan, Werka menjelaskan pihak pengelola belum dapat melakukan pembersihan secara mandiri. Selain volumenya sangat besar, ukuran sampah yang didominasi kayu juga menyulitkan jika ditangani secara manual. Namun, pihaknya mengaku sudah menyampaikan informasi dan dokumentasi video kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. 

Werka pun berharap penanganan dapat segera dilakukan mengingat Pantai Jerman merupakan salah satu kawasan yang dikunjungi wisatawan. “Pantai ini kan wajah pariwisata. Harapan kami, bantuan dari dinas terkait, terutama DLHK, bisa segera turun. Kami di pengelola jelas terbatas, baik dari sisi peralatan maupun lokasi pembuangan sampahnya,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Rai Warastuthi menjelaskan kondisi sampah kiriman di Pantai Jerman saat ini bahkan hampir setara dengan Pantai Kuta. “Iya, saat ini Pantai Jerman juga kedatangan sampah. Lumayan tebal, hampir sama dengan di Kuta ke utara sampai setengah Pantai Legian. Setengah Legian lagi ke utara sampai Seminyak tipis merata. Biasanya Pantai Jerman tidak terlalu tebal, kali ini tumben seperti itu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jenis sampah yang mendominasi adalah material berukuran besar, seperti kayu gelondongan, bambu, hingga akar pohon. Sampah plastik disebut tidak terlalu banyak dibandingkan sampah kayu. Dari hasil perhitungan sementara, volume sampah yang berhasil dikumpulkan di Pantai Jerman diperkirakan mencapai 80 hingga 100 truk. Dengan estimasi satu truk mengangkut sekitar dua ton sampah, jumlah tersebut setara kurang lebih 200 ton hanya dari kawasan Pantai Jerman.

“Kalau dilihat dari ketebalannya, kurang lebih segitu. Karena kayunya besar-besar, volumenya memang tinggi,” jelasnya. Terkait penyebab menumpuknya sampah di Pantai Jerman, Rai Warastuthi belum dapat memastikan secara pasti, namun menurutnya faktor arus laut dan angin barat sangat berpengaruh. Untuk mempercepat proses pembersihan, DLHK Badung telah menurunkan dua unit alat berat jenis loader yang sejak beberapa hari terakhir sudah disiagakan di lokasi. Namun, proses evakuasi sampah di lokasi disebut mengalami beberapa kendala. “Kesulitannya karena di Pantai Jerman ada pipa untuk pengisian pasir, kemudian gelombang laut juga cukup tinggi. Itu yang menyulitkan kami mengevakuasi sampah. Tapi kami berusaha semaksimal mungkin. Dari pagi sekali alat berat sudah di lokasi,” katanya.

Selain Pantai Jerman, Rai Warastuthi  menegaskan pihaknya masih fokus melakukan pembersihan di Pantai Kuta. Saat ini, volume sampah yang terangkut dari kawasan selatan Pantai Kuta mencapai sekitar 23 hingga 25 truk per hari, dan pembersihan masih terus bergerak ke arah utara. “Kalau di Kuta lebih tebal. Di selatan Pantai Kuta kami dapat sekitar 23 sampai 25 truk, dan kami masih bergerak ke utara,” ucapnya seraya menyebut kondisi sampah kiriman di Pantai Seminyak dan Legian relatif lebih ringan dibandingkan Pantai Kuta.

Sampah kiriman juga memenuhi sepanjang Pantai Kuta, Badung. -YUDA 

Untuk penanganan akhir, seluruh sampah kiriman saat ini dibuang ke TPA Suwung. Hal itu dilakukan karena volume sampah yang sangat besar tidak memungkinkan seluruhnya dicacah di Pusat Daur Ulang (PDU) Mengwitani. “Pembuangan sampah saat ini kami bawa ke TPA Suwung karena volumenya sangat banyak dan tidak memungkinkan kita mencacah lebih cepat. Di PDU Mengwitani tidak cukup, jadi kami bawa ke TPA Suwung. Kami pasti menanganinya semaksimal dan secepat mungkin,” tegasnya. 7 ris

Komentar