Marak Pencurian, Tujuh Meteran Air di Pecatu Hilang
MANGUPURA, NusaBali.com - Kasus pencurian meteran air marak terjadi di wilayah Kuta Selatan, Badung. Bahkan, kini juga menyasar meteran air yang terpasang di kawasan pura.
Sedikitnya tujuh meteran air dilaporkan hilang, termasuk yang terpasang di kawasan Pura Beji dan di area Pura Puseh. Peristiwa ini diduga terjadi pada Minggu (18/1) dini hari.
'Di Pura Beji meteran airnya masih ada malamnya, tapi kemungkinan dicuri Minggu dini hari. Total sekitar tujuh meteran air yang hilang di wilayah Pecatu,” ungkap Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, Minggu (18/1) pagi.
Dijelaskannya, dari total meteran yang hilang, tiga unit merupakan meteran air yang terpasang di kawasan Pura Beji. Sementara sisanya milik warga yang dititipkan di area Pura Puseh. Seluruh meteran air yang hilang posisinya berada di luar area bangunan pura.
“Posisinya semuanya di luar pura, di pondasinya. Kalau di dalam, petugas yang ngecek meteran susah masuk,” katanya.
Hingga kini, pelaku pencurian belum diketahui. Pihaknya masih berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Namun proses pengecekan CCTV belum maksimal karena kejadian diketahui pada hari libur.
Hingga kini, pelaku pencurian belum diketahui. Pihaknya masih berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Namun proses pengecekan CCTV belum maksimal karena kejadian diketahui pada hari libur.
Atas kejadian tersebut, pihak Desa Adat Pecatu telah melaporkan peristiwa kehilangan meteran air itu ke Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung dengan menyerahkan alamat lokasi meteran yang raib. Sumerta berharap ada respons cepat, sekaligus langkah antisipasi agar kasus serupa tidak terus terulang. *ris
Komentar