nusabali

Pembelajaran SMPN 3 Busungbiu Dialihkan Daring

Banjir Gerus Pondasi Gedung Sekolah di Busungbiu, Buleleng

  • www.nusabali.com-pembelajaran-smpn-3-busungbiu-dialihkan-daring

Pihak sekolah akan memberlakukan proses belajar mengajar daring secara penuh mulai Senin (19/1/2026). Meski demikian, seluruh guru dan tenaga kependidikan tetap standby di sekolah.

SINGARAJA, NusaBali
Bencana cuaca ekstrem disertai hujan deras menggerus pondasi bangunan SMP Negeri 3 Busungbiu, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu. Demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) ke sistem daring.

SMPN 3 Busungbiu tercatat sebagai salah satu satuan pendidikan yang terdampak cuaca ekstrem pada Kamis (15/1) sore. Luapan air sungai di sisi sekolah masuk ke area sekolah, merobohkan tembok pagar hingga menggerus pondasi bangunan dekat sungai. Lumpur juga menggenangi halaman sekolah, membuat lingkungan sekolah tidak aman untuk aktivitas belajar.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau lokasi,  Sabtu (17/1), menegaskan kondisi tersebut sangat berisiko jika kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka. Hal itu diperparah posisi bangunan sekolah yang berdekatan dengan aliran sungai serta berada lebih rendah dari jalan raya, memperbesar potensi kejadian susulan.

“Kondisi di sini cukup parah. Pondasi bangunan sudah terlihat dan halaman sekolah terdampak banjir. Ini sangat membahayakan keselamatan anak-anak,” tegas Bupati Sutjidra.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Buleleng memutuskan mengalihkan sementara proses pembelajaran ke daring. Kebijakan ini diambil agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Pemkab Buleleng juga memastikan perbaikan sarana dan prasarana SMPN 3 Busungbiu akan segera dilakukan. Kerusakan fasilitas pendidikan disebut menjadi perhatian utama karena menyangkut keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak.

Selain sekolah, penanganan dampak banjir juga dilakukan pada infrastruktur pendukung. 

Sedangkan untuk jalan raya di Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, yang jebol juga ditangani secara darurat dengan pemasangan bronjong. Pendanaan disiapkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Buleleng agar proses penanganan dapat dilakukan cepat.

Penanganan serupa akan dilakukan pada jembatan strategis penghubung Desa Bongancina dengan Desa Dapdap Putih yang juga ambruk pada Kamis (15/1) sore. Akses jalan warga dua desa sementara terputus dan harus mencari jalan alternatif.

“Semua titik terdampak akan kami tangani secepatnya. Fokus kami adalah keselamatan masyarakat dan mencegah risiko yang lebih besar,” tandas Bupati Sutjidra. 

Sementara itu, Kasek SMPN 3 Busungbiu Made Armada, mengatakan kondisi sekolah saat ini cukup mengkhawatirkan. Terutama untuk bangunan ruang kelas VIIA dan VIIB yang tergerus dan bersebelahan langsung dengan aliran sungai. 

Peristiwa bencana yang menimpa SMPN 3 Busungbiu bukan kali pertama. Tembok panyengker yang berada di tepi sungai juga disapu air pada 2005 silam.  Kejadian serupa kembali terulang pada Kamis (15/1/2026), yang merobohkan tembok panyengker sekolah sepanjang 35 meter. Derasnya arus sungai juga menggerus sebagian halaman, selasar hingga kini pondasi bangunan dua ruang kelas terlihat jelas. 

“Sebelum tergerus itu dulu ada selasarnya, jarak bangunan dengan sungai sekitar 8 meter, ini habis tergerus. Mudah-mudahan tidak ada (bencana) susulan lagi,” ucap Armada. 

Sesuai instruksi Bupati dan Disdikpora Buleleng, pihak sekolah akan memberlakukan proses belajar mengajar daring secara penuh mulai Senin (19/1) hingga situasi kembali kondusif. Meski daring, seluruh guru dan tenaga kependidikan tetap standby di sekolah. 7 lik

Komentar