nusabali

Senderan Jebol Rusak Rumah Warga

Dampak Hujan Lebat dan Angin Kencang di Karangasem

  • www.nusabali.com-senderan-jebol-rusak-rumah-warga

AMLAPURA, NusaBali - Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan senderan jebol di sejumlah titik di Kabupaten Karangasem, Jumat (16/1) sore.

Bencana alam hingga merusak rumah warga tersebut terjadi di Banjar Eka Adnyana, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Banjar Telun Wayah Betenan, Desa Tri Eka Bhuana, Kecamatan Sidemen dan di Banjar Telengan, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis.

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Karangasem langsung melakukan penanganan di tiga lokasi tersebut, Sabtu (17/1). Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem I Nyoman Soko Wijaya yang terjun mengoordinasikan penanganan di lokasi bencana.

TRC BPBD melakukan penanganan di Banjar Eka Adnyana, Desa Tianyar, pukul 14.00 WITA. Diketahui, rumah semi permanen yang roboh milik I Gede Wanti. Perbekel Tianyar, I Ketut Wija mengatakan, rumah semi permanen itu roboh setelah seharian diguyur hujan, dan dihantam angin kencang. Rumah atap seng, dan dinding kayu, jatuh berserakan. “Sudah dilakukan penanganan dari TRC BPBD dan ada bantuan logistic,” ujar Wija.

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Soko Wijaya mengatakan, petugas TRC BPBD datang untuk mengecek, melakukan assessment, sekaligus membawakan bantuan.

Sementara, senderan jebol yang terjadi di Banjar Telun Wayah Betenan, penanganannya dilakukan pukul 12.05 WITA. Senderan yang longsor merupakan milik I Nengah Sukra. Akibat senderan longsor sepanjang 10 meter dan tinggi 3,5 meter itu, Sukra mengalami kerugian Rp20 juta. Hanya saja, senderan yang jebol tidak sampai menyebabkan kerusakan bangunan rumah, karena jebolnya ke jalan raya. 

Satu lagi bencana senderan jebol terjadi di rumah I Made Ardika, warga Banjar Telengan, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis. Senderan yang jebol menimpa tembok bangunan sepanjang 7 meter. Beruntung tidak fatal, hanya menyebabkan tembok retak. “Itu bencana kategori ringan, hanya menyebabkan tembok bangunan retak, kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta,” kata Soko Wijaya.ntr

Komentar