nusabali

Bayi Laki-laki Ditemukan Bersama Ibu Diduga ODGJ

Melahirkan di Pesisir Pantai Sangsit

  • www.nusabali.com-bayi-laki-laki-ditemukan-bersama-ibu-diduga-odgj

SINGARAJA, NusaBali - Warga pesisir Pantai Banjar Dinas Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru dilahirkan di kawasan pantai, Kamis (15/1) pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Bayi tersebut ditemukan bersama ibunya di bawah pohon ketapang, tidak jauh dari bibir pantai.

Peristiwa itu pertama kali diketahui seorang warga yang melihat seorang perempuan menggendong bayi dalam kondisi lemah di lokasi terbuka. Khawatir dengan keselamatan bayi yang baru dilahirkan, saksi kemudian memberi tahu warga lain yang melintas dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala dusun setempat.

Informasi penemuan itu diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Sangsit. Tak berselang lama, kepala dusun bersama personel Polsek Sawan dan Tim Puskesmas Sawan I mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap ibu dan bayi, sebelum mengevakuasi keduanya ke Puskesmas Sawan I guna mendapatkan penanganan medis.

Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan, penanganan dilakukan secara cepat dan mengedepankan sisi kemanusiaan.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan memastikan keselamatan ibu serta bayi,” ujarnya, dikonfirmasi Jumat (16/1).

Iptu Yohana mengungkapkan, ibu dari bayi tersebut diketahui bernama Neny Pungwam, berasal dari Kampung Asarbei, Desa Asarbei, Kecamatan Warmare, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Berdasarkan informasi awal, perempuan tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ).

“Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis menyatakan kondisi ibu dalam keadaan sehat. Sementara bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 2,9 kilogram dan panjang badan 43 sentimeter, juga dinyatakan dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan lanjutan terhadap ibu dan bayi, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan sosial.

“Penanganan dilakukan dengan mengedepankan sisi kemanusiaan, serta memastikan ibu dan bayi mendapatkan perawatan dan pendampingan yang layak,” pungkas Iptu Yohana.7 *mzk

Komentar