UHN Sugriwa Sosialisasi dengan Ngayah di Pura dan Desa Adat
DENPASAR, NusaBali - Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa (UHN Sugriwa) Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana MSi mengatakan pengabdian masyarakat di antaranya ngayah ke pura dan ke desa adat menjadikan kampus tersebut semakin dikenal masyarakat.
Kegiatan ngayah seperti membantu pelaksanaan upacara keagamaan, ngaturan tari wawalen, Tari Topeng, Rejang, dan lainnya termasuk ngayah magambel di antaranya magambel Gong Selonding.
“Kami di UHN Sugriwa lengkap, baik pragina dan sarana perangkat lainnya mendukung kegiatan untuk pengabdian masyarakat, ngayah,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Dijelaskannya, kegiatan ngayah bukan hal baru. Hal itu mulai sejak cikal bakal UHN Sugriwa berstatus akademi kemudian menjadi institut (IHDN) hingga sekarang universitas (UHN Sugriwa). “Yang rutin adalah ngayah di Pura Sakenan di Serangan (Denpasar Selatan),” imbuhnya.
Selain itu ngayah di pura kahyangan jagat di antaranya di Pura Agung Besakih, serta ngayah di desa adat. Menurut Prof Sudiana, banyak permintaan agar UHN Sugriwa ngayah di desa adat. Ngayah ke luar daerah, hampir ke seluruh Indonesia juga dilakukan di antaranya di daerah-daerah transmigran warga Bali seperti di Sulawesi, Sumatera.
Diakui Prof Sudiana, pengabdian masyarakat melalui kegiatan ngayah itulah menjadikan UHN Sugriwa semakin dikenal masyarakat bukan saja di Bali, juga di luar Bali, bahkan sudah go international. Hal itu ditunjukkan sejumlah mahasiswa luar negeri yang menempuh pendidikan di UHN Sugriwa. Ada yang berasal dari Belanda, Malaysia, Singapura, Rusia, Jepang, dan India. 7 wta
Komentar