nusabali

Kakia Perang dari Samudra, ST Suralaga Pacu Ogoh-Ogoh Menuju Kasanga Festival 2026

  • www.nusabali.com-kakia-perang-dari-samudra-st-suralaga-pacu-ogoh-ogoh-menuju-kasanga-festival-2026

DENPASAR, NusaBali.com – ST Suralaga Banjar Wangaya Kelod, Dauh Puri Kaja, tancap gas menyiapkan ogoh-ogoh bertema kakia perang untuk menyambut Tahun Baru Caka 1948 sekaligus mengikuti ajang Kasanga Festival 2026 tingkat Kota Denpasar. Garapan ini mengusung tema air dengan latar samudra serta konstruksi ekstrem yang menuntut ketelitian tinggi.

Arsitek ogoh-ogoh ST Suralaga, I Nyoman Dedi Suryanata, mengatakan proses pengerjaan telah dimulai sejak awal Desember 2025. Hingga pertengahan Januari 2026, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 70 persen.

“Target kami awal Februari sudah masuk tahap pewarnaan, pemasangan aksesori, dan finishing. Pola kerja kami jelas, supaya tidak mengulang pekerjaan yang sama,” ujar Dedi, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, proses penggarapan ogoh-ogoh dilakukan secara bertahap dan terukur. Hari pertama difokuskan pada ngulat dan pembentukan anatomi, dilanjutkan dengan nembel kertas cokelat serta penghalusan tekstur pada hari berikutnya. Pola ini diterapkan agar pengerjaan tidak berlarut-larut.

“Setiap undagi punya cara masing-masing. Kalau saya pribadi, gerak cepat sangat bergantung pada kualitas SDM dan target yang jelas,” tegasnya.

Dedi mengaku memiliki pengalaman panjang sebagai arsitek ogoh-ogoh. Sejak 2013, ia telah sembilan kali meloloskan karya ogoh-ogoh dalam berbagai ajang, mulai dari era penggunaan gabus hingga menjelang pandemi Covid-19. Beberapa proyek bahkan dikerjakan dalam waktu singkat, tergantung situasi dan kebutuhan.

Di luar aktivitas seni, Dedi bekerja di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Meski berlatar belakang pendidikan Sastra Inggris Universitas Udayana, ia menilai dunia ogoh-ogoh sebagai ruang belajar sekaligus peluang berkarya.

Untuk Caka 1948 ini, ST Suralaga menganggarkan dana sekitar Rp40 juta. Keseriusan tersebut sejalan dengan ambisi mengikuti lomba ogoh-ogoh tingkat Kota Denpasar dalam Kasanga Festival 2026.

Ogoh-ogoh garapan ST Suralaga menghadirkan beberapa tokoh karakter, dengan hiu gergaji sebagai tokoh utama, didukung figur Walunantang Dirah, Dewa Baruna, serta wahana Dewa Baruna berupa Gajah Mina. Seluruh adegan ditempatkan dalam latar samudra, selaras dengan tema air yang diusung tahun ini.

“Tantangan terbesar ada pada konstruksi ekstrem dan sistem bongkar-pasang. Ukuran ogoh-ogoh memang tidak terlalu besar, namun detail dan strukturnya cukup rumit,” jelas  Dedi.

Tema air dalam Kasanga Festival 2026 dinilai membuka ruang tafsir yang luas. Air tidak hanya dimaknai sebagai sumber kehidupan, tetapi juga memiliki filosofi sebab-akibat yang kuat dalam kehidupan manusia dan alam semesta.

“Ini tantangan sekaligus pemicu kreativitas. Kami pernah menggarap ogoh-ogoh bertema laut pada 2019, pengalaman itu menjadi bekal penting untuk karya tahun ini,” imbuhnya.

Dedi berharap proses pengerjaan ogoh-ogoh ST Suralaga berjalan lancar dan terhindar dari insiden seperti yang dialami pada tahun sebelumnya. Ia juga menaruh harapan besar agar Banjar Wangaya Kelod kembali menorehkan prestasi.

“Terakhir kami masuk nominasi dua kali, tahun 2018 dan 2019. Astungkara, tahun ini kami bisa menembus 16 besar Kota Denpasar,” pungkasnya. *m03

Komentar