nusabali

Puskesmas Ramah Ibu dan Anak di Denpasar Barat Siap Beroperasi Februari 2026

  • www.nusabali.com-puskesmas-ramah-ibu-dan-anak-di-denpasar-barat-siap-beroperasi-februari-2026

DENPASAR, NusaBali.com – Pembangunan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak yang berlokasi di Jalan Gunung Agung, Denpasar Barat, telah rampung dan direncanakan mulai beroperasi pada Februari 2026. Fasilitas kesehatan ini akan ditetapkan sebagai UPTD Puskesmas III Denpasar Barat untuk memperluas dan memeratakan layanan kesehatan masyarakat.

Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Dinas PUPR Kota Denpasar I Wayan Dirgayasa, Jumat (16/1/2026), mengatakan pembangunan fisik puskesmas telah selesai pada Desember 2025. Serah terima pekerjaan dilakukan pada 13 Desember 2025.

“Pembangunan tahap II Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ini dimulai sejak 7 Juli 2025 dan kini telah rampung,” ujar Dirgayasa.

Pembangunan puskesmas tersebut dikerjakan oleh PT Manik Sekecap Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp 12.824.996.199,99 dari total pagu anggaran Rp 13,5 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr AA Ayu Candrawati menyampaikan puskesmas ini direncanakan di-launching pada Februari 2026, sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Denpasar.

“Rencana launching Februari. Astungkara setelah itu bisa langsung operasional,” kata Ayu Candrawati.

Bangunan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ini terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama difungsikan untuk layanan emergensi, persalinan, dan farmasi. Lantai kedua digunakan untuk pelayanan poliklinik, sedangkan lantai ketiga diperuntukkan bagi ruang administrasi dan pertemuan.


Ayu Candrawati menjelaskan, konsep puskesmas ini dirancang khusus untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi kelompok rentan, terutama ibu dan anak, dengan menerapkan pemisahan layanan antara pasien sehat dan pasien sakit.

“Pemisahan layanan ini penting untuk menekan risiko penularan infeksi, terutama bagi ibu hamil dan anak,” jelasnya.

Selain itu, fasilitas persalinan akan dilengkapi dengan layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang terintegrasi dalam satu gedung bersama ruang perawatan, sehingga penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi dapat dilakukan secara cepat dan aman.

Terkait sumber daya manusia, Ayu Candrawati menyebutkan pemenuhan tenaga kesehatan akan dilakukan secara bertahap melalui relokasi dari puskesmas lain dan RSUD Wangaya, serta melalui mekanisme rekrutmen CPNS.

“SDM akan kami siapkan secara bertahap agar pelayanan dapat berjalan optimal sejak puskesmas ini beroperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan puskesmas ini telah melalui kajian komprehensif, mulai dari studi kelayakan hingga perencanaan teknis yang mengacu pada standar tata bangunan fasilitas kesehatan Kementerian Kesehatan RI sebagaimana tertuang dalam Detail Engineering Design (DED).

Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ini merupakan hasil pemekaran dari UPTD Puskesmas I Denpasar Barat di Monang Maning dan UPTD Puskesmas II Denpasar Barat di Jalan Soputan.

“Dengan hadirnya UPTD Puskesmas III Denpasar Barat, cakupan layanan kesehatan akan semakin merata, khususnya di wilayah Dauh Puri Kangin, Dauh Puri Kelod, Padangsambian, dan Pemecutan,” pungkasnya. *mis

Komentar