nusabali

Kediri dan Kerambitan Rawan Air Mati Saat Listrik Padam

  • www.nusabali.com-kediri-dan-kerambitan-rawan-air-mati-saat-listrik-padam

SINGASANA, NusaBali.com - Wilayah Kecamatan Kediri dan Kerambitan di Kabupaten Tabanan berpotensi mengalami gangguan distribusi air bersih saat terjadi pemadaman listrik PLN. Kondisi ini disebabkan sistem distribusi air di dua kecamatan tersebut masih sangat bergantung pada pompa listrik.

Kabag Langganan Perumda Tirta Amertha Bhuana (PDAM) Tabanan I Made Pande Suardika mengatakan, ketika jaringan PLN padam, pompa air otomatis berhenti beroperasi sehingga suplai air ke pelanggan ikut terganggu. “Biasanya yang terdampak kalau listrik padam itu wilayah Kerambitan dan Kediri, karena sistemnya menggunakan pompa,” ujarnya, didampingi Kasi Humas I Putu Wahyu Untung Suardana Jumat (16/1).

Meski demikian, hingga saat ini pihak PDAM mengaku belum menerima laporan gangguan jaringan air akibat cuaca ekstrem maupun longsor yang berdampak pada jaringan listrik. Namun masyarakat tetap diimbau untuk segera melapor apabila menemukan gangguan jaringan, khususnya yang dipicu cuaca ekstrem. “Kalau ada gangguan jaringan akibat longsor atau dampak cuaca ekstrem, kami harap masyarakat segera melapor,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, PDAM Tabanan telah menyiapkan genset di setiap titik pompa. Total tersedia tiga unit genset yang siap dioperasikan untuk menjaga suplai air tetap berjalan saat listrik padam. “Genset sudah kami siapkan di pompa-pompa utama,” jelasnya.

Saat ini jumlah sambungan pelanggan PDAM Tabanan tercatat sebanyak 70.315 sambungan. Pada tahun 2025, PDAM ada penambahan 3.800 pelanggan baru. Penambahan ini didominasi oleh kawasan perumahan, di mana banyak warga yang sebelumnya menggunakan sumur bor mulai beralih ke layanan PDAM. “Kalau sumur bor, lama-lama debit airnya pasti berkurang,” ungkap Pande.


Terkait sumber air, PDAM Tabanan belum memiliki tambahan sumber baru. Upaya yang dilakukan saat ini adalah mengoptimalkan sumber air yang ada, termasuk meminimalkan kebocoran jaringan. “Fokus kami sekarang mengurangi kebocoran agar distribusi lebih optimal,” tandasnya. * des

Komentar