nusabali

Pupuan Diterjang Longsor dan Banjir, Warga Mengungsi Usai Hujan Lebat Enam Jam

  • www.nusabali.com-pupuan-diterjang-longsor-dan-banjir-warga-mengungsi-usai-hujan-lebat-enam-jam

SINGASANA, NusaBali.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan selama sekitar enam jam memicu serangkaian bencana longsor dan banjir, Kamis (15/1/2026). Sedikitnya lima desa terdampak, dengan longsor menerjang permukiman warga hingga menyebabkan akses jembatan putus.

Lima desa yang mencatat kejadian bencana tersebut yakni Desa Munduktemu, Padangan, Pajahan, Sai, dan Pupuan. Hingga Jumat (16/1), penanganan longsor yang menimpa rumah warga belum dilakukan secara menyeluruh karena cuaca masih belum bersahabat.

Dampak paling serius terjadi di Desa Munduktemu, di mana sejumlah rumah warga tertimpa longsor. Bahkan, satu keluarga terpaksa mengungsi setelah tempat tidurnya tertimbun material tanah. Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Tabanan telah menyalurkan bantuan berupa sembako dan terpal.

Perbekel Munduktemu I Gusti Made Arsana menjelaskan, terdapat empat titik bencana di wilayahnya. Tiga di antaranya berupa longsor yang menimpa rumah warga di Banjar Anggasari Kelod dan Banjar Munduktemu Kelod.

“Khusus di Banjar Anggasari Kelod, ada dua kepala keluarga terdampak. Satu KK atas nama I Wayan Udiana harus mengungsi ke rumah saudaranya karena tempat tidurnya tertimbun longsor,” ujar Arsana, Jumat (16/1).

Sementara satu KK lainnya, yang merupakan orang tua dari Wayan Udiana, tidak mengungsi karena material longsor hanya menutup bagian pekarangan rumah. “Tanah yang longsor berasal dari bagian belakang pekarangan,” jelasnya.

Arsana menambahkan, hingga saat ini material longsor belum dibersihkan karena dikhawatirkan memicu longsor susulan jika hujan kembali turun. “Pembersihan belum bisa dilakukan secara menyeluruh, masih menunggu cuaca membaik,” tegasnya.

Seluruh kejadian tersebut, lanjut Arsana, telah dilaporkan kepada BPBD Tabanan dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tabanan untuk penanganan lanjutan.

Sementara itu, Perbekel Padangan I Wayan Wardhita menyampaikan, di Desa Padangan terdapat tiga titik longsor akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama sekitar tiga jam. Salah satunya adalah longsor pada senderan aula SMPN 4 Pupuan.

Selain itu, longsor juga menyebabkan akses jalan menuju rumah warga terputus, sehingga bangunan di sekitarnya rawan tergerus. Longsor lainnya terjadi di pekarangan rumah warga Banjar Dauh Tukad, Desa Padangan.

“Seluruh kejadian bencana ini sudah kami laporkan untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Wardhita.

Ia mengakui, secara geografis Desa Padangan memang rawan longsor saat musim hujan. Karena itu, pihak desa telah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana. “Sejak Kamis kami sudah mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya. *des

Komentar