nusabali

Belajar dari Banjir Sumatra, PPDP Dorong Literasi Keuangan dan Manajemen Risiko

  • www.nusabali.com-belajar-dari-banjir-sumatra-ppdp-dorong-literasi-keuangan-dan-manajemen-risiko

DENPASAR, NusaBali.com – Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra akhir November lalu menimbulkan dampak besar terhadap aset masyarakat serta beban finansial yang tidak sedikit. Belajar dari kejadian tersebut, lembaga perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) menggelar kegiatan Literasi Keuangan dan Manajemen Risiko di The Hub Bali, Kamis (15/1/2026).

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, mengatakan bencana alam dapat berdampak langsung pada aset, hunian, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi ini menegaskan pentingnya perlindungan finansial di tengah meningkatnya risiko bencana alam di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), estimasi biaya pemulihan kerusakan akibat banjir di tiga provinsi di Sumatra mencapai Rp51,82 triliun. Angka tersebut mencakup kerusakan rumah warga, fasilitas umum, infrastruktur, hingga aset produktif.

“Besarnya kerugian ini menunjukkan tingginya beban finansial yang harus ditanggung masyarakat ketika bencana datang secara tiba-tiba,” ujar Brellian.

Kegiatan literasi keuangan bertema “Generasi Cerdas dan Terproteksi” ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap instrumen perlindungan serta perencanaan keuangan yang kredibel dan berkelanjutan. Dengan edukasi yang lebih merata, diharapkan kesadaran publik terhadap pengelolaan risiko semakin meningkat dan menjadi fondasi bagi keberlanjutan ekonomi keluarga.

Brellian menegaskan, melalui kegiatan ini Jasindo berkomitmen untuk terus hadir dalam membangun ketahanan keuangan masyarakat secara berkelanjutan. Edukasi yang berkelanjutan dan perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dinilai penting untuk membentuk generasi yang lebih siap menghadapi risiko dan mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.

Menurutnya, generasi muda menjadi sasaran utama karena memiliki daya tangkap tinggi serta mulai berhadapan dengan kepemilikan hunian, usaha kecil, maupun aset produktif. Oleh karena itu, pendekatan literasi dirancang agar mudah dipahami dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

“Masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya perlindungan aset dan properti. Padahal risiko seperti kebakaran, banjir, atau kerusakan bangunan dapat menimbulkan dampak finansial yang signifikan,” jelasnya.

Dengan perlindungan asuransi properti, risiko kerugian dapat dikelola secara lebih terukur sehingga memberikan rasa aman dan kepastian finansial dalam jangka panjang.

“Pemahaman yang kuat sejak dini memberikan kejelasan terhadap risiko serta langkah antisipatif yang bisa dilakukan. Tantangan tidak hanya datang dari aktivitas sehari-hari, tetapi juga dari kejadian tak terduga yang berdampak luas pada aset dan keberlangsungan hidup masyarakat,” pungkas Brellian. *may

Komentar