nusabali

Jalan Penghubung Luwus–Petang Putus Diterjang Banjir

  • www.nusabali.com-jalan-penghubung-luwus-petang-putus-diterjang-banjir

SINGASANA, NusaBali.com — Jalan penghubung antara Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, dengan Desa Petang, Kecamatan Petang, Badung, tepatnya di Banjar Poyan, Desa Luwus, putus total pada Kamis (15/1/2026) malam. Putusnya jalan terjadi akibat luapan air Pangkung Mati saat hujan lebat mengguyur wilayah Baturiti.

Perbekel Luwus, I Gede Oka Giriantara, mengatakan jalan putus sekitar pukul 19.00 WITA. “Desember lalu jalan ini sempat jebol dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Namun Kamis malam kemarin sudah putus total,” ujarnya, Jumat (16/1).

Akibat kejadian ini, warga Banjar Poyan dan Banjar Macun harus menggunakan jalur alternatif jika hendak menuju Kota Baturiti. Sementara itu, jalan yang putus telah dipasangi tanda agar tidak dilalui demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Oka, luapan air dari Pangkung Mati tidak dapat tertampung gorong-gorong di bawah jalan yang terlalu kecil sehingga debit air saat hujan deras meluap dan menggerus badan jalan. “Kalau musim kering tidak ada air. Karena gorong-gorong kecil, air meluap dan menggerus badan jalan,” jelasnya.

Kondisi tersebut telah dilaporkan ke BPBD Tabanan dan Dinas PUPRPKP Tabanan. Tim dari Dinas PUPRPKP bahkan sudah turun ke lapangan untuk mengecek kondisi serta menyusun desain rencana perbaikan. Oka menyarankan agar pembangunan menggunakan jembatan, karena jika hanya gorong-gorong, dikhawatirkan tidak maksimal.

“Warga yang ke kebun bahkan harus jalan kaki. Penanganan jalan ini harus menjadi prioritas karena jalur Luwus–Petang merupakan akses vital,” tegasnya.

Sebelumnya, hujan lebat pada Kamis (11/12/2025) membuat jalan yang sama jebol sepanjang sekitar 15 meter. Saat itu, jalan masih bisa dilalui sepeda motor, sementara kendaraan roda empat dialihkan melalui jalur memutar sejauh 15 kilometer.

Sekretaris Dinas PUPRPKP Tabanan sekaligus Plt Kabid Bina Marga, I Gede Partana, membenarkan pihaknya telah memonitor kondisi jalan tersebut. “Hasil survei, rencana perbaikan menggunakan sistem duiker dengan jalan melengkung. Lebar jebol sekitar 2 meter, jadi belum masuk kategori pembangunan jembatan,” jelasnya.

Partana menambahkan, eksekusi perbaikan diperkirakan akan dilakukan akhir Februari atau Maret 2026. “Waktunya akan kami laporkan terlebih dahulu ke pimpinan. Namun perbaikan ini sudah masuk skala prioritas atas atensi Bapak Bupati,” tandasnya. *des


Komentar