nusabali

Tiga Figur, Satu Makna: Ogoh-Ogoh ST Eka Adnyana Menyapa Caka 1948

  • www.nusabali.com-tiga-figur-satu-makna-ogoh-ogoh-st-eka-adnyana-menyapa-caka-1948

DENPASAR, NusaBali.com – Sekaa Teruna (ST) Eka Adnyana, Banjar Alangkajeng Gede, Pemecutan, Denpasar Barat, menghadirkan tiga tokoh karakter ogoh-ogoh dalam menyambut Tahun Baru Caka 1948 sekaligus memeriahkan Kasanga Festival 2026 tingkat Kota Denpasar.

Salah satu anggota ST Eka Adnyana, Kadek Agus Wiradinata alias Gusnata, ditemui di lokasi pembuatan ogoh-ogoh mengatakan, proses pengerjaan telah dimulai sejak 1 Desember 2025. Hingga pertengahan Januari ini, progres garapan telah mencapai sekitar 50 persen.

“Untuk Tahun Baru Caka 1948 ini, kami menyiapkan ogoh-ogoh dengan anggaran sekitar Rp40 juta dan menghadirkan tiga tokoh karakter utama,” ujar Gusnata, alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Bali Jurusan Seni Rupa, kelahiran 1997.

Mengacu pada tema Kasanga Festival 2026 yang mengangkat unsur air, ST Eka Adnyana menerjemahkan konsep tersebut melalui penggambaran yang berpijak pada keseimbangan skala dan niskala, selaras dengan nilai-nilai ajaran Hindu. Air dimaknai tidak hanya sebagai unsur fisik, tetapi juga sebagai sumber kehidupan dan pemeliharaan alam semesta.

Gusnata menambahkan, pengerjaan ogoh-ogoh ditargetkan rampung H-1 sebelum penilaian, atau beberapa hari sebelumnya untuk memastikan kualitas detail dan teknis garapan benar-benar optimal.

Antusiasme anggota ST Eka Adnyana dalam menyambut Tahun Baru Caka dan ajang Kasanga Festival, menurutnya, terus terjaga dari tahun ke tahun. Perubahan regulasi, kriteria lomba, hingga konsep penilaian justru dijadikan tantangan untuk terus meningkatkan kualitas karya.

“Dalam setiap proses berkarya, kami berusaha mengutamakan SDM lokal, sekaligus membangun regenerasi seniman muda di lingkungan banjar,” katanya.

Lebih jauh, ST Eka Adnyana berharap Kasanga Festival 2026 tidak hanya berdampak pada geliat ekonomi dan UMKM lokal, tetapi juga menjadi ruang berkelanjutan bagi sekaa teruna untuk mengekspresikan kreativitas seni secara sehat dan terarah. Hal tersebut dinilai sejalan dengan visi Kota Denpasar sebagai kota kreatif dan berwawasan budaya dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam.

Selain itu, tema ogoh-ogoh tahun ini juga diupayakan selaras dengan visi pembangunan Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali, serta tema provinsi Bali tahun 2026, Atma Kerthi. Konsep air diharapkan tidak hanya hadir sebagai bentuk visual, tetapi menjadi roh (atma) kehidupan yang menghidupkan makna karya ogoh-ogoh itu sendiri. *m03

Komentar