Komang Astawa Petik Pelajaran dari Juara Dunia Karate
JAKARTA, NusaBali - Satu-satunya karateka asal Bali yang mengikuti seminar Juara Dunia Karate Youssef Badawy di Depok, Jawa Barat pada 9-10 Januari 2026 kemarin, I Komang Astawa Setiabudi memetik banyak pelajaran.
Menurut Komang Astawa, dia tidak hanya mendapat pengetahuan terkait teknik karate saja. Melainkan juga mengetahui bagaimana semangat Badawy menekuni cabang olahraga karate.
"Banyak yang saya petik dari mengikuti seminar tersebut. Dari sisi teknik, pasti. Tapi, dari sisi lain juga saya mendapat tambahan pengetahuan dari dia. Dia menyatakan, bahwa karate dia jadikan sebagai pekerjaan. Untuk itu, dia 100% habis-habisan di karate," ujar Komang Astawa kepada NusaBali, Rabu (14/1).
Meski begitu, lanjut peraih medali perak kumite beregu putra SEA Games 2025 Thailand ini, Badawy tidak menganggap remeh lawan-lawannya ketika bertanding. Dia menganggap kemampuan lawan setara dengannya baik itu karateka yang berpengalaman main maupun pendatang baru.
"Saat bertanding, dia menggap lawan sama walau kemampuan mereka berada di atas atau di bawahnya. Begitu pula, ketika bertemu karateka baru, dia juga tetap menganggap kemampuan mereka setara dengannya," jelas Komang Astawa. Dalam kesempatan itu, Badawy juga mengingatkan agar para karateka menambah pengetahun.
Menurut Badawy, kata Komang Astawa, latihan fisik bisa dilakukan setiap hari. Namun, kita tidak selamanya berkecimpung sebagai atlet. Sebab, menjadi atlet ada masanya sehingga perlu menyiapkan diri dengan menempuh pendidikan sebagai bekal masa depan.
"Dia memberitahu kami, tidak selamanya kita berada di karate. Oleh karena itu, perlu belajar di bidang lain dengan cara sekolah atau kuliah sambil menekuni karate. Itu juga saya lihat di beberapa tempat ada dokter yang juga mantan karateka, karena dulunya dia kuliah di kedokteran sambil karate," jelas Komang Astawa.
Pemaparan seperti itu, lanjut Komang Astawa, dia peroleh di hari kedua seminar. "Di hari pertama, kami latihan. Di hari kedua pagi, kami juga latihan bersama. Siangnya, sesi QnA (Questions and Answers," papar Komang Astawa. Seminar diikuti oleh sejumlah atlet dan pelatih karate. Usai seminar, Komang Astawa langsung pulang ke Bali.
Lantaran belum ada informasi untuk latihan di Pelatnas. Dalam kesempatan itu, dia juga mampir ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menerima bonus sebagai peraih medali perak beregu sebesar Rp220 juta. Bonus akan Komang Astawa tabung untuk kebutuhan masa depannya.
"Karena saya saat ini belum bekerja, sehingga bonus saya simpan untuk keperluan mendadak," jelas Komang Astawa. Berdasarkan rencana, Komang Astawa akan mendaftar sebagai Polisi. Dia berharap, tahun 2026 ini bisa mengikuti proses pendaftaran tersebut dan lolos menjadi Polisi.
"2023 lalu, saya pernah daftar. Namun, mengundurkan diri karena bersamaan dengan kualifikasi PON. Di tahun 2024, saya mau daftar kembali, tetapi ada PON. Setelah PON, saya mau daftar lagi ada panggilan masuk Pelatnas SEA Games. Tahun ini, ada pendaftaran bulan depan. Saya akan mendaftar," jelas Komang Astawa. 7 k22
Komentar