Dinas PUPR Perbaiki Jalan Rp 3,5 Miliar
BANGLI, NusaBali - Kerusakan sejumlah ruas jalan disebabkan cuaca ekstrem belakangan ini menjadi atensi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRK) Bangli. Ada lima ruas jalan yang mengalami senderan jebol dan longsor di Bangli. Guna menangani kejadian itu, Pemkab Bangli akan mengucurkan Rp 3,5 miliar untuk perbaikan.
Kepala Dinas PUPRK Bangli I Dewa Agung Putra Suryadarma mengatakan kalau dari pendataan yang dilakukan oleh jajarannya, ada lima titik yang perlu diperbaiki sesegera mungkin. Lima titik itu masing - masing tiga titik di Kecamatan Susut yakni di ruas Jalan Penataan - Manuk, ruas Jalan Mancingan - Selat dan ruas Jalan Sribatu - Malet. Kemudian dua lainnya, yakni di ruas Jalan Bebalang - Taman Bali, Kecamatan Bangli dan ruas Jalan Penelokan - Batur, Kecamatan Kintamani. "Semuanya kami sudah data. Total lima titik yang alami longsor/jebol bagian senderannya dan sudah kita estimasi biaya perbaikannya," terangnya, Rabu (14/1)
Diuraikan, untuk penanganan keempat ruas jalan terdampak itu akan membutuhkan biaya kurang lebih Rp 3,5 miliar. Terkait pos anggaran yang digunakan, Suryadarma mengaku kalau itu nantinya memanfaatkan pergeseran dana. Yang mana, anggaran dari pos lainya, atau dari Dinas lainnya dialihkan penangan kerusakan itu. "Setelah kami hitung, itu butuh Rp 3,5 miliar. Kalau soal anggaran, itu diperkirakan dari proses pergeseran. Ya, nanti mekanisme rapat dengan instansi terkait dan harus ada persetujuan bapak Bupati," urai Suryadarma
Dia menyebutkan, kalau proses pengajuan anggaran sudah dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu. Saat ini tinggal menunggu rapat dengan instansi terkait untuk memutuskan anggaran yang akan dialokasikan atau digeser ke penanganan jalan. Setelah nanti ada persetujuan, maka pihaknya segera ditenderkan untuk sesegera mungkin ditangani. "Kami sudah ajukan, tinggal menunggu, semoga dalam waktu dekat itu sudah ada. Setelah anggaran ada, maka butuh waktu 10 hari kita proses tender, barulah ada pemenangnya untuk perbaikan," imbuhnya lagi.
Suryadarma mengaku karena ini menyangkut akses jalan yang banyak digunakan masyarakat, dia berharap proses tersebut nantinya tidak terlalu lama, sehingga penanganan dengan cepat dilaksanakan. Dia pun berharap, proses perbaikan itu paling cepat sudah dilaksanakan Februari atau awal Maret. "Untuk kenyamanan masyarakat dan keselamatan pengendara memang harus segera ditangani. Ya, paling lambat itu tri wulan pertama tahun ini sudah dikerjakan. Ini memang kejadian yang disebabkan cuaca ekstrem, maka untuk prosesnya pun harus melalui beberapa tahapan," pungkasnya.7dar
Komentar