Sejak 2010 Jalan Untalan – Galih Hanyut
AMLAPURA, NusaBali - Jalan kabupaten yang menghubungkan Banjar Untalan - Banjar Galih, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, hanyut sejak tahun 2010. Akibatnya, tiap musim hujan warga kesulitan melintas. Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Karangasem mengusulkan jembatan ke pemerintah pusat.
“Jalan ini hanyut karena membelah Sungai Galih,” jelas I Wayan Patra, salah seorang warga Banjar Untalan, ditemui di lokasi, perbatasan Banjar Untalan - Banjar Galih, Desa Jungutan, Selasa (13/1).
Patra mengatakan, setiap hujan lebat turun di Sungai Galih terjadi banjir. Siswa tidak bisa melintas untuk ke sekolah, begitu juga aktivitas sosial masyarakat terganggu. Warga hanya bisa melintas saat hujan reda, itu pun setelah bagian-bagian lubang jalan di sepanjang sungai telah diuruk.
Warga setempat berharap ada jembatan sehingga di setiap musim hujan tidak menemui kendala dalam beraktivitas.
Di bagian lain, anggota DPRD Karangasem dari Daerah Pemilihan Karangasem III Kecamatan Bebandem I Made Parnawa dan I Gede Surya Sugiarta, mendorong agar di jalur itu dibangun jembatan. Sebab setiap hujan terjadi banjir, merupakan kiriman air dari Gunung Agung. Sebab, Sungai Galih berhulu di Gunung Agung. “Saya sudah mendorong, agar di jalur itu, dibangun jembatan,” ujar Parnawa politisi dari Fraksi Partai Demokrat.
Sebab, lanjut Parnawa, tidak ada jalan pintas lain, untuk menghubungkan dua perkampungan itu. “Praktis di setiap terjadi banjir warga di dua banjar dinas terisolir, tidak bisa beraktivitas ke luar wilayah perkampungan,” tambahnya.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Karangasem I Wayan Surata Jaya mengaku telah mengusulkan pengadaan jembatan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk meningkatkan konektivitas dan keselamatan warga. “Usulan dari Karangasem ada tiga paket jembatan, salah satunya di jalur Banjar Untalan menuju Banjar Galih, telah disusun DED berbiaya Rp 10 miliar,” jelas Surata Jaya.
Tiga paket jembatan yang telah diusulkan, yakni menghubungkan Desa Sangkan Gunung menuju Desa Sinduwati di Kecamatan Sidemen, menghubungkan Banjar Nangka menuju Banjar Kemoning di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, dan menghubungkan Banjar Untalan menuju banjar Galih, masing-masing berbiaya Rp 10 miliar.7ntr
Komentar