nusabali

Antisipasi Banjir Susulan, Jalan Nasional Pancasari Dibersihkan Intensif

  • www.nusabali.com-antisipasi-banjir-susulan-jalan-nasional-pancasari-dibersihkan-intensif

SINGARAJA, NusaBali - Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Bali mengerahkan alat berat dan petugas untuk membersihkan material banjir di ruas jalan nasional Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada Buleleng. Penurunan alat berat di lokasi sudah dilakukan sejak Senin (12/1) sampai kondisi kembali normal.

Sejumlah personel juga diturunkan untuk membersihkan material banjir secara manual, terutama yang menyumbat saluran air dan badan jalan. Fokus utama penanganan diarahkan pada titik-titik krusial yang berpotensi memicu genangan ulang. Salah satunya berada di area belakang Hotel Pancasari. Saluran air di sekitar Kawasan ini ditemukan tersumbat material berat berupa kayu dan sampah kiriman dari kawasan perbukitan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Bali, Yoni Santhia Rabu (14/1) menjelaskan, sumbatan tersebut terjadi pada bendungan kecil yang berfungsi membagi aliran air hujan dari wilayah Pancasari dan Dasong. Saat hujan deras, saluran tersebut tak mampu menampung debit air karena dipenuhi material, sehingga air meluap ke jalan nasional.

“Selain debit air memang besar, material kayu menumpuk cukup parah di saluran ini. Kalau tidak segera dibersihkan, potensi banjir susulan sangat besar,” ujar Yoni.

Sebanyak dua alat berat diturunkan untuk penanganan normalisasi drainase Pancasari. Yakni satu unit excavator dan backhoe loader serta dump truck lengkap dengan 10 orang tenaga lapangan diturunkan untuk mempercepat pembersihan. Material yang lebih ringan di badan jalan sudah ditangani, sementara sisa pekerjaan kini difokuskan pada pengangkatan bongkahan besar di saluran air.

Selain pemulihan darurat, Satker PJN juga bersiaga menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari. Alat berat disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi longsor atau banjir lanjutan.

Terkait persoalan banjir Pancasari yang selalu berulang setiap musim hujan, Yoni menegaskan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan penanganan terpadu lintas instansi, mulai dari Balai Jalan, Dinas PUPR Buleleng, Balai Wilayah Sungai, hingga BKSDA.

“Ini persoalan kawasan dan tata aliran air. Ke depan akan kami bahas bersama agar solusi yang diambil tidak hanya sementara, tapi berkelanjutan,” tegas dia.7 lik

Komentar