nusabali

Buleleng Perkuat Pengelolaan Sampah, TPS3R Anturan Dilengkapi Mesin Pemilah dan Pencacah

  • www.nusabali.com-buleleng-perkuat-pengelolaan-sampah-tps3r-anturan-dilengkapi-mesin-pemilah-dan-pencacah

SINGARAJA, NusaBali - Kabupaten Buleleng diawal tahun 2026 menambah satu lagi TPS3R. Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rumah Pilah Resik Mesari di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, resmi beroperasi Selasa (13/1/2026).

Fasilitas ini kini dilengkapi mesin pemilah dan pencacah sampah plastik, sebagai yang pertama di level TPS3R di Buleleng.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan kehadiran TPS3R dengan mesin ini menjadi langkah maju dalam transformasi pengelolaan sampah menuju ekonomi sirkular. “Kami berharap masyarakat Anturan memanfaatkan TPS3R ini untuk mengurangi persoalan sampah sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Supriatna

Mesin pemilah dan pencacah memiliki kapasitas 3–5 ton per hari. Dengan kapasitas tersebut, satu TPS3R mampu melayani dua hingga tiga desa, sehingga lebih efisien dari sisi anggaran. Wabup Supriatna menambahkan, pembangunan fasilitas dan mesin sepenuhnya menggunakan APBD dengan total Rp 800 juta, dan mesin merupakan karya putra Buleleng.

Hingga 2025, Buleleng memiliki 58 prasarana pengelolaan sampah, tetapi volume sampah ke TPA Bengkala belum dapat direduksi maksimal karena sampah rumah tangga masih bercampur. Dengan beroperasinya TPS3R Anturan, Pemkab Buleleng berharap pengelolaan sampah dapat lebih mandiri, mengurangi ketergantungan pada TPA. Selain juga membuka peluang ekonomi baru dari sampah yang dikelola dengan baik. Langkah ini juga diharapkan menjadi pionir bagi kecamatan lain dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Perbekel Anturan, I Ketut Soka, mengatakan desa sudah menyiapkan operasional TPS3R diserahkan pada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Rumah Pilah Resik Mesari. Skema pembagian hasil: 60 persen untuk pengelola, 20 persen untuk desa adat, dan 20 persen untuk desa. Tenaga pemilah mendapat gaji dari dana desa, sementara pengurus Pokmas struktural mendapat modal usaha. Pokmas juga akan mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah dari sumbernya.

Sementara itu, perancang mesin, Putu Eka Dharmawan, menjelaskan alat ini dirancang khusus untuk karakteristik sampah domestik Indonesia, terutama Bali.

“Mesin mudah dioperasikan di TPS3R, fokus pada pemilahan sampah rumah tangga yang masih bercampur. Mesin impor sering tidak efektif karena karakter sampah berbeda,” ungkap Direktur Rumah Plastik tersebut.7 lik

Komentar