nusabali

Sekolah di Denpasar Kelola Sampah Mandiri

  • www.nusabali.com-sekolah-di-denpasar-kelola-sampah-mandiri

DENPASAR, NusaBali - Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah di Kota Denpasar kini dilakukan secara mandiri tanpa harus dibuang ke luar.

Seluruh sampah yang dihasilkan di sekolah, baik organik maupun anorganik, ditangani langsung melalui sistem pengolahan yang telah disiapkan di masing-masing satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Anak Agung Gde Wiratama, mengemukakan sekolah-sekolah di Denpasar telah dibekali sarana pengelolaan sampah seperti teba modern, komposter, dan bank sampah. Dengan sistem ini, sampah dari aktivitas belajar-mengajar tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Sampah di sekolah tidak ada yang ke luar. Semua dikelola di lingkungan sekolah masing-masing. Sampah organik diolah melalui teba modern dan komposter, sementara sampah plastik dan botol dikumpulkan ke bank sampah,” ujar Agung Wiratama, Selasa (13/1).

Menurutnya, pola ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada siswa untuk membiasakan diri memilah dan mengelola sampah sejak dini. Selain mengurangi beban TPA, kebiasaan ini juga membentuk kepedulian lingkungan di kalangan pelajar.

Hal senada disampaikan Kepala SMPN 1 Denpasar Ni Wayan Raiyani. Dia mengatakan sekolahnya kini mengoptimalkan pemanfaatan teba modern untuk mengolah sampah organik, terutama sisa canang dan daun-daunan dari aktivitas persembahyangan di sekolah.

“Sampah plastik dan botol kami kumpulkan di tempat khusus yang kami sebut bangsung, terbuat dari besi, lalu disalurkan ke bank sampah,” kata Raiyani.

Selain penyediaan sarana, pihak sekolah juga melibatkan siswa secara aktif melalui sistem pemilahan di setiap kelas. Setiap kelas memiliki koordinator yang bertugas memastikan sampah dipilah sesuai jenisnya. Bahkan, siswa juga didorong membawa pulang sampah tertentu yang dihasilkan sendiri.

“Sebelumnya kami bekerja sama dengan TPS3R, namun sekarang lebih difokuskan pada pengelolaan mandiri melalui teba modern. Ini sekaligus melatih siswa agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan,” imbuhnya.

Dengan sistem ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran perilaku ramah lingkungan sejak usia dini. 7 mis

Komentar