nusabali

IKM Bali Bangkit Dibuka Setiap Hari

Pemprov Jamin Harga Wajar dan Produk Berkualitas

  • www.nusabali.com-ikm-bali-bangkit-dibuka-setiap-hari

DENPASAR, NusaBali - Pameran Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali Bangkit dibuka untuk umum pada 2026 di Taman Budaya (Art Center) Bali, Denpasar, dan dapat dikunjungi masyarakat setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menegaskan pameran ini dirancang sebagai ruang belanja produk lokal berkualitas dengan harga pantas dan terkontrol.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata, menjelaskan Pameran IKM Bali Bangkit akan berlangsung secara berkelanjutan hingga awal 2030, atau selama masa kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Dia menegaskan tidak ada sistem buka-tutup dalam pelaksanaannya.

“Pameran ini dibuka setiap hari, tidak ada buka-tutup. Masyarakat bisa datang kapan saja untuk berbelanja produk IKM Bali,” ujar Wiryanata di Denpasar, Senin (12/1) pagi.

Menjawab kekhawatiran publik terkait harga, Wiryanata memastikan seluruh produk yang dipamerkan telah melalui mekanisme pengawasan ketat. Sesuai arahan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, harga yang diterapkan di Pameran IKM Bali Bangkit disesuaikan dengan kualitas produk dan dapat diperbandingkan dengan harga di toko.
“Sesuai arahan Ibu Ketua Dekranasda, dapat saya pastikan harga di Pameran IKM Bali Bangkit sesuai taglinenya ‘produk berkualitas dengan harga pantas’. Harga sangat wajar, sesuai kualitasnya, bisa diperbandingkan dengan di toko,” tandas Wiryanata.

Dia menjelaskan, Dekranasda Bali melakukan kurasi produk setiap hari. Produk yang dinilai tidak sepadan antara kualitas dan harga akan langsung dikeluarkan dari kepesertaan pameran. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menghapus stigma bahwa produk IKM di pameran identik dengan harga mahal.

Sebagai contoh, Dekranasda Bali telah menetapkan batas harga maksimal untuk sejumlah produk unggulan. Untuk kain endek, harga maksimal ditetapkan Rp 500 ribu, sementara kain songket dibatasi hingga Rp 3,5 juta. Produk dengan harga di atas ketentuan tersebut, misalnya karena menggunakan bahan khusus seperti benang sutra, disarankan untuk dijual di toko atau di rumah produksi, bukan di area pameran.

“Dekranasda setiap hari mengkurasi semua produk, kalau ada yg mahal dan tidak berkualitas pasti dikeluarkan dari kepesertaan pameran,” tegas Wiryanata.

Kinerja Pameran IKM Bali Bangkit juga tercermin dari capaian penjualan. Hingga 30 Desember 2025, total omzet yang dibukukan dari pameran ini mencapai Rp 17.409.281.450, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk IKM Bali.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny Putri Koster, juga telah menegaskan komitmen menjaga kualitas produk sekaligus penerapan harga wajar di Pameran IKM Bali Bangkit. Dia menekankan kehadirannya bukan semata mendorong aktivitas jual beli, tetapi menjalankan fungsi pengawasan.
“Saya bukan mengajak berjualan, tetapi menjalankan fungsi kontrol. Pameran IKM Bali Bangkit harus menjadi one stop shopping bagi karya kerajinan dan kain tenun tradisional Bali,” tuturnya.

Ny Putri Koster mengingatkan para perajin untuk konsisten menjaga kualitas dan mematuhi standar harga yang telah ditetapkan. Menurutnya, kualitas yang terjaga dan harga yang pantas merupakan kunci membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk IKM lokal.

“Saya tidak ingin produk kita dicap mahal oleh masyarakat. Karena itu, standar harga sudah ditetapkan dan para perajin tidak boleh menjual di atas batas yang ditentukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pameran IKM Bali Bangkit tidak hanya difungsikan sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan menyeluruh bagi pelaku IKM, mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Dekranasda Bali ingin mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus memberikan edukasi kepada konsumen mengenai nilai dan mutu kerajinan Bali.

Ke depan, Ny Putri Koster berharap Pameran IKM Bali Bangkit dapat berkembang menjadi barometer kerajinan, tenun tradisional, dan fesyen Bali, sekaligus memperkuat peran IKM sebagai penggerak ekonomi kreatif lokal di Pulau Dewata. 7 tra

Komentar